Last Updated: Mei 2026 | Ditulis oleh Tim Konsultan AUG Student Services Indonesia
Post study work visa adalah izin tinggal dan bekerja yang diberikan kepada lulusan internasional setelah menyelesaikan studi di luar negeri, tanpa memerlukan sponsorship dari employer. Durasi visa ini bervariasi dari 1 hingga 4 tahun tergantung negara, jenjang pendidikan, dan lokasi studi. Per 2026, negara dengan post study work visa terlama adalah Australia (hingga 4 tahun untuk program di regional), diikuti Kanada (hingga 3 tahun) dan New Zealand (hingga 3 tahun), sedangkan UK menawarkan 2 tahun untuk S1/S2 dan 3 tahun untuk PhD.
Memilih negara studi berdasarkan panjang dan kemudahan post study work visa semakin menjadi pertimbangan utama mahasiswa Indonesia. Pasalnya, masa kerja setelah lulus tidak hanya memberikan penghasilan dalam mata uang asing, tapi juga menjadi modal utama untuk mengajukan Permanent Residency (PR) di negara tersebut. Artikel ini membandingkan secara lengkap post study work visa di empat negara tujuan studi terpopuler: Australia, UK, Kanada, dan New Zealand.
Post study work visa adalah jenis visa yang memungkinkan lulusan internasional tinggal dan bekerja di negara tempat mereka belajar setelah menyelesaikan studi, biasanya tanpa perlu tawaran kerja terlebih dahulu. Kamu bisa bekerja full-time di industri apapun, pindah kerja kapan saja, dan mengumpulkan pengalaman kerja yang nantinya menjadi poin penting untuk pengajuan PR.
Kenapa ini penting? Karena jalur dari mahasiswa internasional ke permanent resident di Australia, Kanada, UK, dan NZ hampir selalu melewati fase “kerja dulu setelah lulus”. Pengalaman kerja di negara tersebut memberikan poin CRS (Kanada), poin General Skilled Migration (Australia), atau memenuhi syarat jam kerja (NZ) yang dibutuhkan untuk PR. Semakin lama post study work visa yang kamu miliki, semakin besar peluang membangun profil yang kuat untuk PR.
Sebelum masuk ke detail per negara, berikut perbandingan cepat untuk mempermudah keputusanmu:
| Aspek | Australia | UK | Kanada | New Zealand |
|---|---|---|---|---|
| Nama visa | Temporary Graduate Visa (Subclass 485) | Graduate Route | Post-Graduation Work Permit (PGWP) | Post Study Work Visa |
| Durasi S1 | 2 tahun (3 thn jika regional) | 2 tahun | Hingga 3 tahun | 3 tahun |
| Durasi S2 Coursework | 2 tahun (3 thn jika regional) | 2 tahun | Hingga 3 tahun | 3 tahun |
| Durasi S2 Research/PhD | 3 tahun (4 thn jika regional) | 3 tahun | Hingga 3 tahun | 3 tahun |
| Biaya aplikasi | AUD 4.600 (~Rp 52 jt) | GBP 2.070 hingga 3.150 (~Rp 16 jt)* | CAD 255 (~Rp 2,9 jt) | NZD 1.670 (~Rp 27 jt) |
| Batas usia | 35 tahun (50 thn untuk PhD) | Tidak ada | Tidak ada | Tidak ada |
| Perlu job offer? | Tidak | Tidak | Tidak | Tidak |
| Jalur ke PR | Skilled visa setelah 485 | Skilled Worker visa | Express Entry / PNP | Resident Visa |
*Biaya UK bervariasi tergantung jenis visa dan processing fee. Data per Mei 2026, dapat berubah sewaktu-waktu.
*Biaya Graduate Route UK bervariasi tergantung jenis visa dan processing fee. Kurs: 1 AUD = Rp 11.200, 1 GBP = Rp 21.000 (kurs tidak langsung sehingga Rp 16 jt), 1 CAD = Rp 11.400, 1 NZD = Rp 9.700 per Mei 2026.
Durasi dan Ketentuan TerbaruMulai Maret 2026, aturan Temporary Graduate Visa (Subclass 485) di Australia mengalami beberapa perubahan signifikan. Durasi standar saat ini adalah 2 tahun untuk lulusan Bachelor dan Master by Coursework, serta 3 tahun untuk lulusan Master by Research dan PhD. Jika kamu tinggal dan belajar di kawasan regional yang ditentukan, kamu berhak mendapatkan perpanjangan 1 hingga 2 tahun tambahan, sehingga total bisa mencapai 4 tahun.
Biaya aplikasi untuk visa ini naik menjadi AUD 4.600 per Maret 2026, meningkat dua kali lipat dari AUD 2.300 sebelumnya. Selain itu, ada perubahan pada syarat bahasa Inggris (minimal IELTS 6.5 overall dengan tidak ada komponen di bawah 5.5) dan batas usia diturunkan menjadi 35 tahun untuk kebanyakan pemohon (50 tahun untuk PhD dan Master by Research).
Pemegang Subclass 485 bisa bekerja full-time di pekerjaan dan employer apapun di seluruh Australia. Tidak ada batasan industri atau jenis pekerjaan. Anggota keluarga yang ikut serta (spouse/anak) juga berhak bekerja atau belajar.
Visa 485 adalah batu loncatan menuju Skilled Independent Visa (189) atau Skilled Nominated Visa (190). Pengalaman kerja di Australia selama 1 hingga 3 tahun pada pekerjaan yang tercantum di Skilled Occupation List akan memberikan poin tambahan yang signifikan untuk aplikasi PR.
Graduate Route UK memberikan 2 tahun masa tinggal dan kerja untuk lulusan Bachelor dan Master, serta 3 tahun untuk lulusan PhD. Visa ini tidak bisa diperpanjang dan tidak memerlukan job offer sebelum mendaftar. Ini adalah salah satu visa pascastudi paling straightforward di antara negara-negara tujuan studi populer.
Graduate Route menawarkan 2 tahun work authorization setelah menyelesaikan Master. Selama periode ini, kamu bisa bekerja untuk employer apapun, berganti pekerjaan kapan saja, dan tidak ada salary threshold yang harus dipenuhi. Namun, setelah Graduate Route berakhir, untuk tinggal lebih lama kamu perlu Skilled Worker visa yang mensyaratkan sponsorship employer dan gaji minimal GBP 38.700.
Bekerja penuh waktu di bidang apapun, berganti employer bebas, tidak ada batasan jam kerja atau industri. Kamu juga bisa belajar kursus tambahan selama visa ini aktif.
Graduate Route tidak langsung mengarah ke PR. Setelah 2 tahun, kamu perlu beralih ke Skilled Worker visa (butuh sponsor employer dan memenuhi salary threshold GBP 38.700), atau jalur lain seperti Global Talent visa. PR di UK (Indefinite Leave to Remain) biasanya membutuhkan 5 tahun tinggal secara kontinyu.
Post-Graduation Work Permit (PGWP) Kanada memungkinkan mahasiswa internasional bekerja atau tinggal di Kanada sesuai durasi program studi. Untuk program Bachelor, durasi PGWP bisa mencapai 3 tahun. Demikian juga untuk program Master.
Logika durasinya: jika kamu menyelesaikan 2 tahun Master, kamu mendapatkan 3 tahun PGWP secara otomatis. PGWP Kanada secara luas dianggap sebagai post-study work authorization paling generous di dunia karena prosesnya otomatis dan tidak memerlukan sponsorship.
Open work permit yang memungkinkan bekerja untuk employer apapun, di bidang apapun, di seluruh wilayah Kanada. Tidak ada batasan industri atau lokasi.
Kanada memiliki jalur PR paling jelas dan cepat. Masa kerja pada PGWP dihitung sebagai Canadian work experience yang memberikan poin CRS (Comprehensive Ranking System) untuk Express Entry. Jalur PR melalui Express Entry atau Provincial Nominee Program (PNP) bisa dicapai dalam 3 hingga 5 tahun setelah lulus.
New Zealand menawarkan 1 hingga 3 tahun post-study work visa, dengan durasi tergantung pada level kualifikasi. Negara ini memiliki populasi lebih kecil (5 juta jiwa) dengan persaingan yang lebih rendah, dan permintaan nyata terhadap tenaga terampil menjadikan peluang PR lebih tinggi dibanding Australia atau Kanada dalam persentase.
Untuk lulusan dari institusi New Zealand, durasi post study work visa umumnya:
Bekerja penuh waktu untuk employer apapun di seluruh NZ. Tidak ada batasan industri.
Bekerja 2 tahun pada post-study visa, lalu ajukan Resident Visa (PR). Untuk yang bekerja di bidang yang diminati (engineering, healthcare, IT) dan bersedia tinggal di regional, peluang PR mencapai 70-80%.
Tidak ada satu jawaban universal karena tergantung pada tujuan akhirmu. Berikut panduan cepat:
Pilih Australia jika: Kamu ingin durasi kerja terpanjang (terutama jika studi di regional untuk dapat 4 tahun), atau tertarik dengan lifestyle Australia dan jalur PR yang sudah terbukti. Biaya aplikasi memang paling mahal (AUD 4.600), tapi durasi yang panjang memberikan ROI yang baik.
Pilih Kanada jika: PR adalah prioritas utama. Kanada punya jalur PR tercepat dan paling transparan melalui Express Entry. PGWP otomatis dan biayanya sangat terjangkau (CAD 255 / sekitar Rp 2,9 juta).
Pilih UK jika: Kamu ingin pengalaman kerja di Eropa dengan lingkungan profesional world-class, dan tidak terlalu memaksakan diri untuk PR. Graduate Route sangat fleksibel dan biayanya moderat.
Pilih New Zealand jika: Kamu menginginkan persaingan lebih rendah, kualitas hidup yang tinggi, dan peluang PR yang realistis, terutama untuk yang bersedia tinggal di luar Auckland.
Memilih negara studi yang tepat bukan hanya soal kualitas universitas atau biaya kuliah, tapi juga soal apa yang bisa kamu lakukan setelah lulus. Post study work visa adalah salah satu faktor yang semakin menentukan pilihan mahasiswa Indonesia.
AUG Student Services bisa membantu kamu merencanakan perjalanan studi dari awal: memilih negara dan universitas yang sesuai dengan tujuan jangka panjangmu (termasuk rencana post-study), mempersiapkan dokumen, mendaftar ke universitas, mencari beasiswa, mengurus visa, hingga pre-departure briefing. Konsultasi 100% gratis untuk universitas mitra AUG.
Kamu berencana kuliah di Malaysia, kuliah di China, kuliah di New Zealand, kuliah di Amerika, kuliah di Kanada, kuliah di Switzerland, atau kuliah di Inggris? Konsultasikan semua rencanamu bareng konsultan AUG Indonesia! Kamu bisa konsultasi online atau langsung datang ke kantor terdekat, tinggal pilih mana yang paling nyaman buat kamu.
Langsung aja klik buat ngobrol sama tim AUG Indonesia sekarang. Yuk, mulai langkah baru buat wujudkan kuliah di luar negeri TANPA RIBET!
Hubungi AUG Student Services sekarang juga untuk info lengkap soal pendaftaran, beasiswa, dan visa pelajar!
Post study work visa adalah izin tinggal dan bekerja yang diberikan kepada lulusan internasional setelah menyelesaikan studi di luar negeri. Pemegang visa ini bisa bekerja full-time tanpa perlu sponsorship dari employer, biasanya selama 1 hingga 4 tahun tergantung negara dan jenjang pendidikan.
Australia memberikan durasi terpanjang, hingga 4 tahun untuk lulusan yang studi di kawasan regional. Kanada dan New Zealand memberikan hingga 3 tahun, sementara UK memberikan 2 tahun untuk S1/S2 dan 3 tahun untuk PhD.
Australia: AUD 4.600 (~Rp 52 juta). UK (Graduate Route): GBP 2.070 hingga 3.150 (~Rp 43 juta hingga 66 juta). Kanada (PGWP): CAD 255 (~Rp 2,9 juta). New Zealand: NZD 1.670 (~Rp 16 juta). Kanada paling terjangkau, Australia paling mahal.
Tidak. Hampir semua negara (Australia, UK, Kanada, NZ) tidak mensyaratkan job offer untuk mendapatkan post study work visa. Kamu bisa mendaftar setelah lulus dan mencari kerja selama visa aktif.
Ya. Di semua negara tersebut, pengalaman kerja selama post study work visa dapat digunakan sebagai modal pengajuan PR. Kanada memiliki jalur PR paling cepat melalui Express Entry, diikuti Australia (Skilled Migration), New Zealand (Resident Visa), dan UK (Skilled Worker visa).
Per 2026, batas usia untuk Subclass 485 diturunkan menjadi 35 tahun untuk kebanyakan pemohon. Pengecualian berlaku untuk lulusan PhD dan Master by Research yang bisa mendaftar hingga usia 50 tahun.
Ya. Warga negara Indonesia yang menyelesaikan studi di Australia, UK, Kanada, atau New Zealand memenuhi syarat untuk mendaftar post study work visa di negara tersebut, selama memenuhi persyaratan akademik dan administratif yang berlaku.
Ya. Konsultan AUG akan membantu kamu memilih negara dan universitas yang paling sesuai dengan tujuan jangka panjang, termasuk rencana bekerja dan menetap setelah lulus. Konsultasi gratis untuk universitas mitra AUG.