
Last Updated: Juni 2026 | Ditulis oleh Tim Konsultan AUG Student Services Indonesia
Bermimpi melanjutkan S2 ke Inggris tapi terhalang biaya dan khawatir latar belakangmu tidak relevan? Pemerintah Inggris kembali membuka peluang bagi profesional muda Indonesia untuk kuliah S2 secara gratis, tanpa batasan usia maksimal.
Jalur ini hadir melalui program Chevening Maritime Scholarship, atau nama resminya The Chevening/Babcock Maritime Partnership Programme (MPP). Pendaftaran dijadwalkan dibuka Agustus hingga Oktober 2026 untuk tahun akademik keberangkatan September 2027/2028. Ini adalah waktu yang tepat untuk mulai mempersiapkan diri.
Di artikel ini, kita akan bedah tuntas fakta program, sektor yang ternyata jauh lebih luas dari yang kamu bayangkan, cara menghitung syarat pengalaman kerja, strategi esai khusus untuk jalur kemitraan Babcock, hingga pentingnya mengamankan kampus pilihan sejak awal.
Sebelum masuk ke detail, berikut ringkasan persyaratan utama dalam satu tabel agar kamu bisa langsung menilai kesiapanmu:
| Aspek | Ketentuan |
|---|---|
| Jenjang Studi | S2 (Master’s degree), durasi 1 tahun di UK |
| Kewarganegaraan | Warga Negara Indonesia (WNI) |
| Batas Usia | Tidak ada batasan usia maksimal |
| Pengalaman Kerja | Minimal 2 tahun atau setara 2.800 jam (full-time, part-time, volunteer, magang) |
| Latar Belakang Pendidikan | Semua jurusan, asalkan bisa dikaitkan dengan sektor kemaritiman |
| Kemampuan Bahasa Inggris | Memenuhi syarat IELTS masing-masing universitas pilihan |
| Pilihan Kampus | 3 program studi Master di universitas mitra Chevening UK |
| Kuota | 10 beasiswa per tahun untuk WNI selama 3 tahun |
| Jadwal Pendaftaran | Agustus – Oktober 2026 (untuk keberangkatan September 2027/2028) |
| Kewajiban Pasca Studi | Kembali ke Indonesia minimal 2 tahun setelah lulus (Two-Year Return Policy) |
Program ini adalah hasil kolaborasi antara pemerintah UK melalui Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) dengan Babcock International, perusahaan global di bidang aerospace, pertahanan, dan keamanan laut. Ini bukan beasiswa biasa, melainkan investasi strategis dua pihak untuk mengembangkan talenta Indonesia di sektor kemaritiman.
Tersedia 10 kuota per tahun yang disiapkan khusus untuk WNI selama 3 tahun ke depan. Angka ini kecil tapi kompetisi dari Indonesia belum sebesar beasiswa Chevening reguler, karena banyak profesional yang belum menyadari jalur ini ada.
Status beasiswanya 100% Fully Funded, mencakup:
Ini bagian yang paling sering membuat profesional muda mengurungkan niat mendaftar. Banyak yang langsung mundur saat mendengar kata “Maritime” karena merasa gelar S1-nya bukan dari Teknik Perkapalan atau Akademi Pelayaran.
Persepsi itu keliru. Sektor maritim modern membutuhkan ekosistem keilmuan yang sangat luas. Program ini secara terbuka mengundang pendaftar dari berbagai latar belakang, termasuk:
Kuncinya bukan pada jurusan asalmu, tapi pada kemampuanmu mengaitkan disiplin ilmu tersebut dengan kemajuan sektor kemaritiman Indonesia secara konkret.
Syarat pengalaman kerja Chevening memang tidak bisa ditawar: minimal 2 tahun atau setara 2.800 jam. Tapi banyak pendaftar yang tidak menyadari bahwa sistem Chevening sangat fleksibel dalam mendefinisikan “pengalaman kerja”.
Jam kerja tersebut bisa diakumulasikan dari berbagai jenis kegiatan, tidak harus pekerjaan kantoran penuh waktu:
Yang penting adalah dokumentasi yang jujur saat mengisi portal pendaftaran. Hitung semua pengalamanmu sejak lulus S1 dan kalkulasikan total jamnya secara akurat. Jangan ada yang terlewat.

Mendaftar melalui jalur kemitraan (Partnership Programme) membutuhkan strategi esai yang sedikit berbeda dari jalur Chevening reguler. Alasannya jelas: ada pihak sponsor spesifik yang ikut menyeleksi profilmu, dan mereka punya kepentingan yang sangat konkret.
Babcock adalah perusahaan yang bergerak di bidang aerospace, pertahanan, dan keamanan laut. Untuk membuat esai Leadership dan Career Plan terlihat menonjol di mata mereka, selaraskan visimu dengan core values perusahaan ini. Misalnya: bagaimana inovasi teknologi AI yang ingin kamu pelajari di UK dapat diaplikasikan untuk memperkuat keamanan maritim atau ketahanan logistik rantai pasok di Indonesia?
Semakin spesifik kamu bisa menghubungkan rencana studimu dengan masalah nyata di sektor kemaritiman Indonesia, semakin kuat esaimu di mata penilai.
Selain itu, jangan lupa soal Two-Year Return Policy. Sebagai Awardee Chevening, kamu memiliki kewajiban administratif untuk kembali ke Indonesia dan berkontribusi secara nyata minimal 2 tahun setelah lulus. Gunakan esaimu untuk menjelaskan Action Plan konkret apa yang akan kamu jalankan setelah kembali ke tanah air. Rencana yang terukur dan spesifik akan jauh lebih dihargai daripada pernyataan niat yang terlalu umum.
Syarat terakhir yang paling krusial: kamu diwajibkan memilih 3 program studi Master berbeda di universitas-universitas UK yang masuk dalam daftar mitra Chevening.
Ini bukan formalitas. Kamu harus membuktikan bahwa kamu memang layak diterima di kampus-kampus tersebut. Mengamankan Unconditional Offer dari minimal satu universitas pilihanmu akan melipatgandakan peluang lolos di tahap wawancara Chevening.
Memilih 3 kampus yang tepat dari ratusan universitas di UK tidak semudah kedengarannya. Kamu perlu membedah silabus masing-masing program, mencocokkan persyaratan IELTS, memahami profil riset kampus, dan mengurus birokrasi pendaftaran yang masing-masing kampus punya prosedurnya sendiri.
Tim konsultan AUG sudah berpengalaman membantu pendaftar Chevening dari Indonesia dalam proses pemilihan kampus dan pengurusan LoA. Daripada waktumu habis untuk mengurai kerumitan ini sendirian, lebih efisien untuk berkonsultasi langsung dengan tim yang sudah tahu prosesnya.
Kamu juga berencana kuliah di Malaysia, kuliah di New Zealand, kuliah di Amerika, kuliah di Kanada, atau kuliah di Inggris? Konsultasikan semua rencanamu bareng konsultan AUG Indonesia, baik online maupun langsung ke kantor terdekat.
Langsung klik untuk ngobrol sama tim AUG Indonesia sekarang. Yuk, mulai langkah konkret untuk wujudkan kuliah di luar negeri tanpa ribet!
Hubungi AUG Student Services sekarang juga untuk info lengkap soal pendaftaran, beasiswa, dan visa pelajar!
Program ini bernama resmi The Chevening/Babcock Maritime Partnership Programme, sebuah beasiswa S2 fully funded ke UK hasil kolaborasi antara pemerintah Inggris (FCDO) dan Babcock International. Tersedia 10 kuota per tahun khusus untuk WNI yang ingin berkontribusi di sektor kemaritiman Indonesia.
Pendaftaran dibuka pada Agustus hingga Oktober 2026 untuk tahun akademik keberangkatan September 2027/2028. Persiapan sebaiknya dimulai jauh sebelum portal dibuka, terutama untuk pengurusan LoA dari kampus pilihan.
Tidak. Semua jurusan bisa mendaftar selama bisa mengaitkan disiplin ilmunya dengan kemajuan sektor kemaritiman Indonesia. Lulusan IT, Bisnis, Teknik Lingkungan, hingga Kebijakan Publik semuanya terbuka untuk mendaftar.
Chevening menetapkan minimal 2.800 jam kerja yang bisa diakumulasikan dari berbagai sumber: pekerjaan penuh waktu, paruh waktu, pekerjaan sukarela yang terstruktur, hingga magang berbayar maupun tidak. Yang penting setiap jam kerja bisa diverifikasi dengan dokumen resmi.
Ya. Seluruh Awardee Chevening wajib kembali ke Indonesia minimal 2 tahun setelah menyelesaikan studi (Two-Year Return Policy). Rencana kontribusi setelah kembali harus tercermin jelas di esai pendaftaran dan akan menjadi salah satu poin penilaian utama.