AUG Social Media
register icon enquiry home

Idiom Adalah: 20 Contoh & Bahayanya Dipakai di IELTS

Idiom Adalah: 20 Contoh & Bahayanya Dipakai di IELTSPernah dengar native speaker bilang “it’s a piece of cake” saat menghadapi ujian, tapi kamu bingung karena di ruangan itu nggak ada kue sama sekali? Selamat, kamu baru saja berhadapan dengan yang namanya idiom. Idiom adalah ekspresi dalam penggunaan suatu bahasa yang maknanya tidak bisa dipahami hanya dari gabungan makna kata-kata pembentuknya. Sederhananya, kamu nggak bisa mengartikan idiom secara literal atau kata per kata.

Banyak pembelajar bahasa Inggris yang berlomba-lomba menghafal ratusan idiom agar terdengar lebih bule. Bahkan, banyak yang nekat memasukkannya ke dalam esai tes IELTS dengan harapan skornya meroket. Padahal, memakai idiom di konteks yang salah justru bisa jadi bumerang yang menghancurkan skor kamu. Mari kita bedah tuntas apa itu idiom, contoh penggunaannya, hingga fakta krusial dari eksaminer IELTS yang jarang diketahui orang.


Kuliah di Luar Negeri Bersama AUG Student Services

Apa Itu Idiom Sebenarnya? (Definisi & Asal-Usul)

Secara linguistik, pakar dari Oregon State University mendefinisikan idiom sebagai frasa yang tidak bisa dipahami hanya dengan melihat makna kata-kata individualnya. Selain itu, kamus terkemuka dunia juga punya pandangan spesifik soal ini:

  • Merriam-Webster: Idiom tidak hanya soal makna yang tersembunyi, tapi juga sering melibatkan penggunaan kata secara gramatikal yang tidak lazim (contoh: frasa “give way” untuk mendeskripsikan tindakan mundur atau mengalah).
  • Cambridge Dictionary: Idiom adalah sekumpulan kata dalam urutan tetap (fixed order). Artinya, susunan katanya kaku dan nggak bisa kamu ubah atau bolak-balik sembarangan. Cambridge juga mengklasifikasikan kata “idiom” pada level CEFR B2 (level menengah-atas).

Secara etimologi, kata “idiom” diserap dari bahasa Prancis Kuno “idiome” dan bahasa Latin “idioma”, yang berakar dari bahasa Yunani “idios”. Kata “idios” ini berarti “milik sendiri” atau “pribadi”, dan pemakaian pertamanya tercatat pada tahun 1573. Makna “milik sendiri” ini sangat relevan karena idiom sering bersifat spesifik secara budaya. Misalnya, frasa “chuffed to bits” (sangat senang) sangat khas digunakan di Inggris, tapi terdengar aneh atau tidak lazim di Amerika.

Fakta Unik Seputar Idiom Lintas Budaya dan Sejarah

Idiom bukan cuma monopoli bahasa Inggris. Tiap bahasa dan era punya gaya bahasanya sendiri yang sering kali unik:

  • Idiom “it’s raining cats and dogs” (hujan sangat deras) diduga berasal dari Inggris abad ke-17. Saat itu, hewan seperti kucing dan anjing biasa tidur di atap jerami (thatched roof) dan sering terpeleset jatuh ke jalanan ketika hujan badai.
  • Novelis misteri legendaris Agatha Christie sering menyisipkan idiom di karyanya, seperti “in a brown study” (melamun) dan “cooked someone’s goose” (menghancurkan seseorang) dalam buku And Then There Were None.
  • Sastrawan William Shakespeare juga merupakan pencetus idiom “it’s all Greek to me” (saya tidak paham sama sekali) melalui naskah Julius Caesar.
  • Di Latvia, idiom “membual bebek kecil” berarti berbohong atau ngomong ngawur.
  • Di Prancis, ada idiom “wortelnya sudah matang”, yang setara dengan idiom Inggris “no use crying over spilled milk” (situasi sudah tidak bisa diubah lagi).


Kuliah di Luar Negeri Bersama AUG Student Services

20 Contoh Idiom Bahasa Inggris Terpopuler (Level B2)

Biar kamu makin fluent saat ngobrol bareng native speaker atau casual speaking, berikut adalah 20 idiom terpopuler beserta maknanya. Semua idiom di bawah ini sangat aman digunakan untuk percakapan sehari-hari.

Tabel Idiom Bahasa Inggris & Maknanya

No.IdiomMaknaContoh Kalimat
1Piece of cakeSesuatu yang sangat mudah“The test was a piece of cake.”
2Cost an arm and a legSangat mahal“That new phone costs an arm and a leg.”
3Once in a blue moonSangat jarang terjadi“I only go to the cinema once in a blue moon.”
4See eye to eyeSetuju / sependapat“They finally saw eye to eye on the business deal.”
5Let the cat out of the bagTidak sengaja membocorkan rahasia“I let the cat out of the bag about their wedding plans.”
6Under the weatherMerasa kurang sehat“I’m feeling a bit under the weather today.”
7Kill two birds with one stoneMenyelesaikan dua masalah sekaligus“By walking to work, I kill two birds with one stone.”
8Cut cornersMelakukan sesuatu dengan buruk demi hemat“They really cut corners when they built this bathroom.”
9Break the iceMemulai percakapan / mencairkan suasana“To break the ice at the party, I said hello.”
10Beat around the bushMenghindari inti pembicaraan“Please stop beating around the bush.”
11Speak of the devilOrang yang dibicarakan muncul tiba-tiba“Speak of the devil! We were just talking about you.”
12Bite the bulletMenghadapi sesuatu yang sulit“I finally bit the bullet and went to the dentist.”
13Hit the nail on the headMenyampaikan sesuatu dengan sangat tepat“You’ve hit the nail on the head with your idea.”
14Throw in the towelMenyerah“After trying for hours, I threw in the towel.”
15The ball is in your courtGiliranmu mengambil keputusan“I’ve made my offer; now the ball is in your court.”
16Burn the midnight oilBekerja/belajar hingga larut malam“I’ve been burning the midnight oil to finish this project.”
17Bite off more than you can chewMengambil beban di luar kemampuan“By agreeing to two big projects, I bit off more than I could chew.”
18Jump on the bandwagonIkut-ikutan tren yang sedang populer“When healthy eating became popular, many jumped on the bandwagon.”
19Take with a pinch of saltTidak sepenuhnya percaya akan sesuatu“You should take his stories with a pinch of salt.”
20It’s not rocket scienceBukan hal yang rumit / sulit“You just need to restart your laptop; it’s not rocket science.”

Mitos Terbesar IELTS: Boleh Nggak Pakai Idiom di Writing Task 2?

Kalau kamu ketik “IELTS idioms” di Google, kamu pasti bakal menemukan ratusan daftar yang menyuruhmu memakai idiom agar dapat Band 7 ke atas. Faktanya, kebanyakan daftar ‘idiom IELTS’ yang beredar online hanya berisi ekspresi informal dan usang yang justru tidak cocok untuk Writing Task 2.

Penggunaan idiom pada dasarnya bersifat informal. Idiom sangat cocok untuk percakapan. Namun, lebih baik untuk menghindari penggunaan idiom secara berlebihan di dalam esai, tulisan akademik, maupun dokumen profesional. Memaksakan frasa seperti “it cost an arm and a leg” di dalam esai formal Task 2 (baik itu tipe Academic maupun General Training) adalah kesalahan besar. Menuliskan idiom tidak akan menaikkan skormu. Sebaliknya, risiko kamu kehilangan poin justru lebih besar karena idiom punya fixed order yang rawan memicu kesalahan grammar jika dimodifikasi.

Selain idiom, ada dua hal lagi yang sering bikin kandidat IELTS blunder di sesi Writing:

  • Menggunakan Peribahasa (Proverbs): Sebaiknya hindari. Daripada menulis peribahasa hafalan seperti “all that glitters is not gold”, lebih baik tulis ulang secara formal dengan kata-katamu sendiri menjadi “people should not be deceived by appearances because they can be deceptive”. Ini menunjukkan variasi vocabulary asli milik penulis, bukan template.
  • Memakai Kutipan (Quotes): Hindari sepenuhnya di esai IELTS. Examiner bertugas menilai level bahasa Inggris asli si penulis, bukan hafalan kata-kata orang lain.

Lalu, bagaimana dengan ujian Speaking? Konteksnya berbeda. Idiom dan peribahasa memang lebih cocok digunakan untuk sesi Speaking dibanding tulisan formal. Namun, kamu tetap harus hati-hati agar tidak mengorbankan fluency demi memaksakan idiom masuk ke dalam jawaban. Gunakan bahasa yang natural.

Strategi Alternatif: Gunakan Kolokasi Formal dan Phrasal Verbs

Idiom Adalah: 20 Contoh & Bahayanya Dipakai di IELTS

Banyak orang salah kaprah mengira syarat skor tinggi IELTS adalah wajib memakai idiom. Faktanya, band descriptor resmi hanya mensyaratkan “bahasa idiomatik”, yang mencakup phrasal verbs dengan register (tingkat formalitas) yang tepat dan kolokasi formal akademik.

Berikut daftar pengganti idiom yang dikonfirmasi aman oleh eksaminer untuk menaikkan skor Lexical Resource di Writing Task 2:

Kategori / KelompokFrasa Formal / Akademik / KolokasiMakna
Frasa Semi-Formal & AkademikIn the long runDalam jangka panjang
The key to this issueKunci penyelesaian masalah ini
Give rise toMenyebabkan / memunculkan
Bridge the gapMenjembatani kesenjangan
Shed light onMemberikan penjelasan / kejelasan
Pave the wayMembuka jalan (untuk solusi/perkembangan)
Kolokasi AkademikAn active / sedentary lifestyleGaya hidup aktif / pasif (kurang gerak)
Beside the pointTidak relevan dengan topik utama
Cost-effective solutionSolusi yang hemat biaya
A daunting taskTugas yang berat / menantang
Financial incentive(s)Insentif / dorongan finansial
A key factorFaktor penentu utama
A major transformationPerubahan besar-besaran
Natural affinity forKetertarikan / bakat alami terhadap sesuatu
On the verge ofDi ambang batas (contoh: krisis/kepunahan)
On the wholeSecara keseluruhan
Pose a problemMenimbulkan suatu masalah
Primarily concerned withTerutama berfokus / berkaitan dengan
Quality timeWaktu yang berkualitas
Face serious consequencesMenghadapi akibat yang serius
A sharp contrastPerbedaan / kontras yang sangat tajam
A significant impactDampak yang signifikan / besar
Strictly necessaryMutlak diperlukan
Take [X] for grantedMenganggap remeh / kurang menghargai [X]
Take into account</td >Mempertimbangkan sesuatu
The vast majority ofSebagian besar / mayoritas
A wide / broad rangeJangkauan / variasi opsi yang luas
Phrasal VerbsBring about / Bring forwardMenyebabkan perubahan / Mengajukan (Formal)
Look up / Look afterMencari informasi / Merawat (Formal)
Extinguish (Bukan ‘Put out’)Memadamkan (Ganti phrasal verb informal)

Jangan Biarkan Salah Taktik Bikin Mimpimu Kuliah di Luar Negeri Tertunda!

Persiapan kuliah ke luar negeri dan menaklukkan skor IELTS Band 7+ memang butuh strategi yang akurat, bukan sekadar hafalan template internet yang sering kali keliru. Tim konselor profesional dari AUG Student Services siap mendampingi perjalananmu mulai dari pemetaan target skor IELTS, pemilihan jurusan dan kampus top dunia, pengurusan dokumen pendaftaran, hingga pengajuan visa studi.

Kamu berencana kuliah di Malaysia, kuliah di China, kuliah di New Zealand, kuliah di Amerika, kuliah di Kanada, kuliah di Switzerland, atau kuliah di Inggris? Konsultasikan semua rencanamu bareng konsultan AUG Indonesia! Kamu bisa konsultasi online atau langsung datang ke kantor terdekat, tinggal pilih mana yang paling nyaman buat kamu.

Langsung aja klik buat ngobrol sama tim AUG Indonesia sekarang. Yuk, mulai langkah baru buat wujudkan kuliah di luar negeri TANPA RIBET!

 

Tertarik Konsultasi?

Hubungi AUG Student Services sekarang juga untuk info lengkap soal pendaftaran, beasiswa, dan visa pelajar!

AUG Serpong (NEW OFFICE!)
WhatsApp: +62 8777-6-777-284
AUG Pekanbaru (NEW OFFICE!)
WhatsApp: +62 822-8806-0935

FAQ (Frequently Asked Questions) About Idiom

Apa yang dimaksud dengan idiom?

Idiom adalah ekspresi bahasa yang maknanya tidak bisa dipahami hanya dari gabungan makna kata-kata pembentuknya. Idiom juga umumnya memiliki susunan kata yang kaku dan tidak bisa diubah (fixed order).

Apakah idiom sama dengan peribahasa (proverb)?

Berbeda. Idiom berbentuk frasa yang menyatu di dalam kalimat (contoh: piece of cake), sedangkan peribahasa berupa kalimat utuh yang membawa nasihat atau nilai moral (contoh: all that glitters is not gold).

Apakah aman memakai idiom di esai IELTS Writing Task 2?

Tidak aman. Sebagian besar idiom bersifat informal (kolokial) sehingga dihindari dalam penulisan akademik. Menggunakannya tidak otomatis menaikkan skor dan justru berisiko menurunkan nilai jika salah konteks.

Jika tidak boleh pakai idiom, bagaimana cara menaikkan skor Lexical Resource?

Gunakan bahasa idiomatik formal lainnya, seperti phrasal verbs bernada akademik (contoh: bring about) dan kolokasi formal (contoh: pose a problem atau take into account).

Bolehkah memakai idiom saat IELTS Speaking test?

Boleh, karena percakapan di sesi Speaking bersifat lebih santai. Namun, pastikan penggunaannya natural dan tidak mengganggu kelancaran berbicara (fluency).

Chat with AUG Indonesia Pilih kantor terdekat kamu