AUG Social Media
register icon enquiry home

Beasiswa Riset Australia: PhD, MPhil & Panduan RTP

Beasiswa Riset Australia untuk PhD, MPhil & RTP

Mendengar kata “riset di luar negeri”, apa yang langsung terlintas di pikiranmu? Sebagian besar orang pasti langsung membayangkan stresnya mengejar pendaftaran LPDP atau beratnya komitmen bertahun-tahun demi gelar Doctor of Philosophy (PhD). Kenyataannya, peluang mengejar beasiswa riset Australia jauh lebih fleksibel dari itu! Kalau kamu punya passion meneliti tapi belum siap commit 4 tahun penuh untuk PhD, tahukah kamu ada opsi yang lebih bersahabat bernama Master by Research (MPhil)?

Singkatnya: selain PhD, ada opsi riset yang lebih singkat bernama Master by Research (MPhil), dan pemerintah Australia punya skema Research Training Program (RTP) yang menanggung penuh biaya kuliah plus uang saku, jadi alternatif realistis dari LPDP.

Lebih kerennya lagi, pemerintah Australia sendiri punya skema beasiswa hidden gem yang cover 100% biaya kuliah plus uang saku yang bisa jadi alternatif setara LPDP. Yuk, kita bedah tuntas perbedaan degree riset di Australia dan berkenalan dengan skema pendanaan bernama Research Training Program (RTP)!


Kuliah di Luar Negeri Bersama AUG Student Services

Pilihan Opsi Kuliah Riset: Bukan Cuma PhD, Lho!

Singkatnya: program riset di Australia disebut Higher Degree by Research (HDR), terbagi jadi dua jalur utama yaitu Master by Research (2 tahun) dan PhD (3-4 tahun).

Secara payung besar, program riset di universitas Australia disebut dengan Higher Degree by Research (HDR). Berbeda dengan coursework (kuliah reguler masuk kelas), program HDR murni difokuskan pada proyek riset independen. Berikut adalah dua jalur utama yang bisa kamu pilih:

1. Master by Research (Durasi 2 Tahun)

Sering disebut sebagai Master of Philosophy (MPhil), ini adalah pintu gerbang sempurna buat kamu yang ingin mencicipi dunia riset akademik.

  • Fokus: Menghasilkan tesis independen, namun skalanya lebih kecil dari PhD. Kamu akan belajar metodologi riset secara mendalam dan etika akademik.
  • Durasi: Maksimal 2 tahun (full-time).
  • Kecocokan: Sangat cocok untuk kamu yang menjadikan riset ini sebagai stepping stone sebelum memutuskan lanjut ke level doktoral, atau punya tanggung jawab keluarga/pekerjaan lain.

2. Doctor of Philosophy / PhD (Durasi 3 – 4 Tahun)

Ini adalah puncak kasta pendidikan riset.

  • Fokus: Kamu dituntut wajib memberikan kontribusi orisinal dan substansial pada batas-batas pengetahuan umat manusia (seperti menemukan metode adaptasi iklim baru atau teknologi medis mutakhir). Tidak ada jadwal masuk kelas, murni self-directed.
  • Durasi: 3 hingga maksimal 4 tahun (full-time). Sebagai mahasiswa internasional, kamu umumnya tidak diizinkan mengambil program part-time.
  • Syarat Masuk Umum: kebanyakan kampus mensyaratkan gelar Sarjana dengan tambahan komponen Honours (riset) dan nilai Weighted Average Mark (WAM) minimal 70 atau IPK di atas rata-rata, meski syarat pasti tetap berbeda-beda tiap universitas. Namun, kabar baiknya ada jalur ekuivalen. Jika IPK-mu kurang tapi kamu punya 5 – 10 tahun pengalaman kerja relevan di bidang tersebut, pengalaman profesionalmu bisa dinilai setara dengan syarat akademik formal oleh calon supervisor!


Kuliah di Luar Negeri Bersama AUG Student Services

Kenalan dengan RTP: Skema Beasiswa Riset Australia Saingan LPDP

Singkatnya: RTP adalah dana hibah federal yang disalurkan lewat universitas, menggantikan tiga skema lawas (APA, IPRS, RTS) sejak 1 Januari 2017, dan terbuka untuk mahasiswa domestik maupun internasional.

Selama ini, mindset mahasiswa Indonesia selalu tertuju pada LPDP atau Australia Awards Scholarship (AAS). Sayangnya, dua beasiswa tersebut terkenal dengan kuota seleksinya yang berdarah-darah dan syarat ikatan dinas (harus pulang ke negara asal). Sebagai alternatif, perkenalkan, Research Training Program (RTP).

Melansir dari situs resmi Department of Education, RTP adalah dana hibah langsung dari pemerintah federal Australia yang diberikan ke universitas-universitas di sana (disebut Higher Education Provider / HEP). RTP dirancang untuk mendukung penuh mahasiswa riset (HDR) baik mahasiswa domestik maupun mahasiswa internasional (overseas student)! RTP ini secara resmi menggantikan tiga skema beasiswa riset lawas Australia (yaitu APA, IPRS, dan RTS) sejak 1 Januari 2017.

Coverage RTP: Dapat Apa Saja?

Berdasarkan regulasi sah pemerintah, dukungan beasiswa RTP dibagi menjadi tiga komponen utama yang sangat generous:

  1. RTP Fees Offset: Ini adalah tanggungan 100% biaya kuliah (tuition fee). Kamu tidak perlu membayar uang semester sepeser pun kepada universitas.
  2. RTP Stipend: Uang saku atau tunjangan hidup yang dibayarkan per dua minggu langsung ke rekening bank lokalmu. Besaran dasar resmi untuk tahun 2026 berkisar antara AUD $34.315 hingga maksimal AUD $53.608 per tahun (sekitar Rp350 – Rp550 juta per tahun), naik dari rate 2025 yang sebesar AUD $33.511 – $52.352. Angka ini otomatis dinaikkan menyesuaikan inflasi tiap tahunnya. Bahkan, kampus Group of Eight (seperti University of Sydney atau Adelaide University) kerap memberikan top-up tambahan dari dana kampus sendiri!
  3. RTP Allowance: Dana tambahan ini paling relevan untuk pelamar internasional. RTP akan membayarkan penuh asuransi kesehatanmu (Overseas Student Health Cover / OSHC) selama masa studi (termasuk untuk asuransi tanggungan/pasanganmu), biaya relokasi kedatangan, hingga dana untuk pencetakan dan publikasi tesis.

Cuti Berbayar (Paid Leave): Hak Super Mahasiswa RTP

Ini yang jarang disadari banyak orang. RTP tidak menganggapmu sekadar mahasiswa, tapi juga memberikanmu hak dasar layaknya pekerja riset berbayar. Benefit luar biasanya mencakup:

  • Cuti rekreasi berbayar maksimal 20 hari kerja per tahun (di luar riset), yang bisa diakumulasi ke tahun berikutnya.
  • Cuti sakit (personal leave) berbayar maksimal 10 hari kerja per tahun, dengan cuti sakit tambahan (extended personal leave) hingga total 12 minggu atau sekitar 60 hari kerja sepanjang masa studi jika dilampirkan surat dokter.
  • Cuti Melahirkan 20 Minggu! Berlaku bagi pemegang beasiswa (setelah 12 bulan studi) yang menjadi pengasuh utama (primary carer) anaknya, baik lewat kelahiran maupun adopsi.
  • Cuti kekerasan dalam keluarga (family violence leave) maksimal 10 hari kerja per tahun untuk mahasiswa full-time.

Yang paling sering kami temui di sesi konsultasi, banyak calon mahasiswa kaget begitu tahu RTP memberikan hak cuti selengkap ini, karena bayangan umum soal “beasiswa riset” biasanya cuma soal uang kuliah dan uang saku saja, padahal perlindungannya jauh lebih menyeluruh dari itu.

Syarat Mendaftar RTP (Apakah Sulit?)

Beasiswa Riset Australia untuk PhD, MPhil & RTP

Singkatnya: pendaftaran RTP dilakukan lewat universitas (bukan pendaftaran langsung ke pemerintah), kuotanya untuk mahasiswa internasional dibatasi maksimal 10% dari total dana, dan kamu tidak boleh menerima pendanaan ganda dari skema Commonwealth lain untuk biaya kuliah yang sama.

Semua coverage di atas memang terdengar seperti mimpi, tapi sebagai pelamar internasional, kamu harus ekstra strategis.

  • Pendaftaran Bersifat Terpusat di Kampus: Pemerintah federal tidak membuka pendaftaran RTP secara langsung. Semua dana diserahkan ke pihak universitas (HEP). Jadi, kamu mendaftar beasiswa ini langsung saat kamu melamar admission PhD atau Master by Research di universitas incaranmu.
  • Kuota Internasional yang Super Kompetitif: Sesuai regulasi resmi, pihak kampus dibatasi maksimal 10% dari total dana hibah RTP mereka untuk mahasiswa internasional. Artinya, dari 100 penerima RTP di sebuah kampus, maksimal hanya 10 orang yang berasal dari luar Australia. Kamu harus memastikan research proposal-mu benar-benar memukau supervisor!
  • Dilarang Double Funding: Kamu tidak boleh menerima RTP Fees Offset jika kamu sudah menerima pendanaan dari skema pemerintah Commonwealth lainnya untuk menutupi biaya kuliah HDR yang sama, kecuali beasiswa sebelumnya dihentikan dalam 6 bulan sejak pembayaran pertama atau levelnya lebih rendah.

Rencanakan Perjalanan Beasiswa Risetmu Bersama AUG!

Meraih beasiswa riset Australia melalui jalur RTP bukanlah hal yang mustahil, tetapi tentu membutuhkan strategi proposal, kecocokan supervisor, dan kelengkapan dokumen yang tak tertandingi. Daripada bingung mencari tahu perbedaan regulasi dari setiap universitas di Australia sendirian, serahkan urusan pendaftaranmu pada tim AUG Student Services!

Kamu berencana kuliah di Malaysia, kuliah di China, kuliah di New Zealand, kuliah di Amerika, kuliah di Kanada, kuliah di Switzerland, atau kuliah di Inggris? Konsultasikan semua rencanamu bareng konsultan AUG Indonesia! Kamu bisa konsultasi online atau langsung datang ke kantor terdekat, tinggal pilih mana yang paling nyaman buat kamu.

Langsung aja klik buat ngobrol sama tim AUG Indonesia sekarang. Yuk, mulai langkah baru buat wujudkan kuliah di luar negeri TANPA RIBET!

 

Tertarik Konsultasi?

Hubungi AUG Student Services sekarang juga untuk info lengkap soal pendaftaran, beasiswa, dan visa pelajar!

AUG Serpong (NEW OFFICE!)
WhatsApp: +62 8777-6-777-284
AUG Pekanbaru (NEW OFFICE!)
WhatsApp: +62 822-8806-0935

FAQ (Frequently Asked Questions) Seputar Kuliah Riset & Beasiswa RTP di Australia

Apa bedanya PhD dan Master by Research (MPhil) di Australia?

PhD memakan waktu 3-4 tahun dengan tuntutan wajib menciptakan kontribusi/penemuan orisinal bagi dunia ilmu pengetahuan. Sementara Master by Research (MPhil) berdurasi lebih singkat (2 tahun) dan fokus pada pembelajaran metode riset independen dengan skala tesis yang lebih kecil.

Apakah ada opsi beasiswa riset Australia selain LPDP?

Sangat ada. Salah satu skema resmi paling bergengsi adalah Research Training Program (RTP), yang merupakan dana hibah langsung dari pemerintah federal Australia ke pihak universitas tempat kamu mendaftar.

Apa saja yang dicover (ditanggung) oleh beasiswa RTP?

RTP menanggung penuh 100% biaya kuliah (Fees Offset), uang saku tahunan sekitar AUD $34.315 hingga maksimal $53.608 per tahun di 2026 (Stipend), biaya asuransi kesehatan internasional (OSHC), hingga biaya relokasi dan pencetakan tesis (Allowance).

Apakah beasiswa RTP menyediakan cuti (libur) bagi mahasiswanya?

Ya, pemegang RTP berhak mendapatkan cuti rekreasi tahunan berbayar (20 hari), cuti sakit (tambahan perlindungan hingga 12 minggu atau sekitar 60 hari), serta cuti melahirkan (maternity/parental leave) berbayar selama 20 minggu jika menjadi pengasuh utama.

Apakah beasiswa RTP terbuka untuk mahasiswa internasional seperti WNI?

Ya, RTP secara regulasi terbuka untuk mahasiswa overseas. Namun, prosesnya sangat kompetitif karena pihak universitas Australia dibatasi hanya boleh mengalokasikan maksimal 10% dari total porsi dana RTP mereka untuk mahasiswa internasional.

Chat with AUG Indonesia Pilih kantor terdekat kamu