Pernah dengar native speaker bilang “it’s a piece of cake” saat menghadapi ujian, tapi kamu bingung karena di ruangan itu nggak ada kue sama sekali? Selamat, kamu baru saja berhadapan dengan yang namanya idiom. Idiom adalah ekspresi dalam penggunaan suatu bahasa yang maknanya tidak bisa dipahami hanya dari gabungan makna kata-kata pembentuknya. Sederhananya, kamu nggak bisa mengartikan idiom secara literal atau kata per kata.
Banyak pembelajar bahasa Inggris yang berlomba-lomba menghafal ratusan idiom agar terdengar lebih bule. Bahkan, banyak yang nekat memasukkannya ke dalam esai tes IELTS dengan harapan skornya meroket. Padahal, memakai idiom di konteks yang salah justru bisa jadi bumerang yang menghancurkan skor kamu. Mari kita bedah tuntas apa itu idiom, contoh penggunaannya, hingga fakta krusial dari eksaminer IELTS yang jarang diketahui orang.
Apa Itu Idiom Sebenarnya? (Definisi & Asal-Usul)
Secara linguistik, pakar dari Oregon State University mendefinisikan idiom sebagai frasa yang tidak bisa dipahami hanya dengan melihat makna kata-kata individualnya. Selain itu, kamus terkemuka dunia juga punya pandangan spesifik soal ini:
- Merriam-Webster: Idiom tidak hanya soal makna yang tersembunyi, tapi juga sering melibatkan penggunaan kata secara gramatikal yang tidak lazim (contoh: frasa “give way” untuk mendeskripsikan tindakan mundur atau mengalah).
- Cambridge Dictionary: Idiom adalah sekumpulan kata dalam urutan tetap (fixed order). Artinya, susunan katanya kaku dan nggak bisa kamu ubah atau bolak-balik sembarangan. Cambridge juga mengklasifikasikan kata “idiom” pada level CEFR B2 (level menengah-atas).
Secara etimologi, kata “idiom” diserap dari bahasa Prancis Kuno “idiome” dan bahasa Latin “idioma”, yang berakar dari bahasa Yunani “idios”. Kata “idios” ini berarti “milik sendiri” atau “pribadi”, dan pemakaian pertamanya tercatat pada tahun 1573. Makna “milik sendiri” ini sangat relevan karena idiom sering bersifat spesifik secara budaya. Misalnya, frasa “chuffed to bits” (sangat senang) sangat khas digunakan di Inggris, tapi terdengar aneh atau tidak lazim di Amerika.
Fakta Unik Seputar Idiom Lintas Budaya dan Sejarah
Idiom bukan cuma monopoli bahasa Inggris. Tiap bahasa dan era punya gaya bahasanya sendiri yang sering kali unik:
- Idiom “it’s raining cats and dogs” (hujan sangat deras) diduga berasal dari Inggris abad ke-17. Saat itu, hewan seperti kucing dan anjing biasa tidur di atap jerami (thatched roof) dan sering terpeleset jatuh ke jalanan ketika hujan badai.
- Novelis misteri legendaris Agatha Christie sering menyisipkan idiom di karyanya, seperti “in a brown study” (melamun) dan “cooked someone’s goose” (menghancurkan seseorang) dalam buku And Then There Were None.
- Sastrawan William Shakespeare juga merupakan pencetus idiom “it’s all Greek to me” (saya tidak paham sama sekali) melalui naskah Julius Caesar.
- Di Latvia, idiom “membual bebek kecil” berarti berbohong atau ngomong ngawur.
- Di Prancis, ada idiom “wortelnya sudah matang”, yang setara dengan idiom Inggris “no use crying over spilled milk” (situasi sudah tidak bisa diubah lagi).
20 Contoh Idiom Bahasa Inggris Terpopuler (Level B2)
Biar kamu makin fluent saat ngobrol bareng native speaker atau casual speaking, berikut adalah 20 idiom terpopuler beserta maknanya. Semua idiom di bawah ini sangat aman digunakan untuk percakapan sehari-hari.
Mitos Terbesar IELTS: Boleh Nggak Pakai Idiom di Writing Task 2?
Kalau kamu ketik “IELTS idioms” di Google, kamu pasti bakal menemukan ratusan daftar yang menyuruhmu memakai idiom agar dapat Band 7 ke atas. Faktanya, kebanyakan daftar ‘idiom IELTS’ yang beredar online hanya berisi ekspresi informal dan usang yang justru tidak cocok untuk Writing Task 2.
Penggunaan idiom pada dasarnya bersifat informal. Idiom sangat cocok untuk percakapan. Namun, lebih baik untuk menghindari penggunaan idiom secara berlebihan di dalam esai, tulisan akademik, maupun dokumen profesional. Memaksakan frasa seperti “it cost an arm and a leg” di dalam esai formal Task 2 (baik itu tipe Academic maupun General Training) adalah kesalahan besar. Menuliskan idiom tidak akan menaikkan skormu. Sebaliknya, risiko kamu kehilangan poin justru lebih besar karena idiom punya fixed order yang rawan memicu kesalahan grammar jika dimodifikasi.
Selain idiom, ada dua hal lagi yang sering bikin kandidat IELTS blunder di sesi Writing:
- Menggunakan Peribahasa (Proverbs): Sebaiknya hindari. Daripada menulis peribahasa hafalan seperti “all that glitters is not gold”, lebih baik tulis ulang secara formal dengan kata-katamu sendiri menjadi “people should not be deceived by appearances because they can be deceptive”. Ini menunjukkan variasi vocabulary asli milik penulis, bukan template.
- Memakai Kutipan (Quotes): Hindari sepenuhnya di esai IELTS. Examiner bertugas menilai level bahasa Inggris asli si penulis, bukan hafalan kata-kata orang lain.
Lalu, bagaimana dengan ujian Speaking? Konteksnya berbeda. Idiom dan peribahasa memang lebih cocok digunakan untuk sesi Speaking dibanding tulisan formal. Namun, kamu tetap harus hati-hati agar tidak mengorbankan fluency demi memaksakan idiom masuk ke dalam jawaban. Gunakan bahasa yang natural.
Strategi Alternatif: Gunakan Kolokasi Formal dan Phrasal Verbs

Banyak orang salah kaprah mengira syarat skor tinggi IELTS adalah wajib memakai idiom. Faktanya, band descriptor resmi hanya mensyaratkan “bahasa idiomatik”, yang mencakup phrasal verbs dengan register (tingkat formalitas) yang tepat dan kolokasi formal akademik.
Berikut daftar pengganti idiom yang dikonfirmasi aman oleh eksaminer untuk menaikkan skor Lexical Resource di Writing Task 2:
| Kategori / Kelompok | Frasa Formal / Akademik / Kolokasi | Makna |
|---|---|---|
| Frasa Semi-Formal & Akademik | In the long run | Dalam jangka panjang |
| The key to this issue | Kunci penyelesaian masalah ini | |
| Give rise to | Menyebabkan / memunculkan | |
| Bridge the gap | Menjembatani kesenjangan | |
| Shed light on | Memberikan penjelasan / kejelasan | |
| Pave the way | Membuka jalan (untuk solusi/perkembangan) | |
| Kolokasi Akademik | An active / sedentary lifestyle | Gaya hidup aktif / pasif (kurang gerak) |
| Beside the point | Tidak relevan dengan topik utama | |
| Cost-effective solution | Solusi yang hemat biaya | |
| A daunting task | Tugas yang berat / menantang | |
| Financial incentive(s) | Insentif / dorongan finansial | |
| A key factor | Faktor penentu utama | |
| A major transformation | Perubahan besar-besaran | |
| Natural affinity for | Ketertarikan / bakat alami terhadap sesuatu | |
| On the verge of | Di ambang batas (contoh: krisis/kepunahan) | |
| On the whole | Secara keseluruhan | |
| Pose a problem | Menimbulkan suatu masalah | |
| Primarily concerned with | Terutama berfokus / berkaitan dengan | |
| Quality time | Waktu yang berkualitas | |
| Face serious consequences | Menghadapi akibat yang serius | |
| A sharp contrast | Perbedaan / kontras yang sangat tajam | |
| A significant impact | Dampak yang signifikan / besar | |
| Strictly necessary | Mutlak diperlukan | |
| Take [X] for granted | Menganggap remeh / kurang menghargai [X] | |
| Take into account</td > | Mempertimbangkan sesuatu | |
| The vast majority of | Sebagian besar / mayoritas | |
| A wide / broad range | Jangkauan / variasi opsi yang luas | |
| Phrasal Verbs | Bring about / Bring forward | Menyebabkan perubahan / Mengajukan (Formal) |
| Look up / Look after | Mencari informasi / Merawat (Formal) | |
| Extinguish (Bukan ‘Put out’) | Memadamkan (Ganti phrasal verb informal) |
Jangan Biarkan Salah Taktik Bikin Mimpimu Kuliah di Luar Negeri Tertunda!
Persiapan kuliah ke luar negeri dan menaklukkan skor IELTS Band 7+ memang butuh strategi yang akurat, bukan sekadar hafalan template internet yang sering kali keliru. Tim konselor profesional dari AUG Student Services siap mendampingi perjalananmu mulai dari pemetaan target skor IELTS, pemilihan jurusan dan kampus top dunia, pengurusan dokumen pendaftaran, hingga pengajuan visa studi.
Kamu berencana kuliah di Malaysia, kuliah di China, kuliah di New Zealand, kuliah di Amerika, kuliah di Kanada, kuliah di Switzerland, atau kuliah di Inggris? Konsultasikan semua rencanamu bareng konsultan AUG Indonesia! Kamu bisa konsultasi online atau langsung datang ke kantor terdekat, tinggal pilih mana yang paling nyaman buat kamu.
Langsung aja klik buat ngobrol sama tim AUG Indonesia sekarang. Yuk, mulai langkah baru buat wujudkan kuliah di luar negeri TANPA RIBET!
Tertarik Konsultasi?
Hubungi AUG Student Services sekarang juga untuk info lengkap soal pendaftaran, beasiswa, dan visa pelajar!
WhatsApp: +62 817-6864-284
WhatsApp: +62 8777-6-777-284
WhatsApp: +62 817-6865-284
WhatsApp: +62 817-6867-284
WhatsApp: +62 822-8806-0935



