
Mempersiapkan kuliah di luar negeri memang exciting, tapi momen melihat rincian budget sering kali bikin orang tua dan future students seketika overthinking. Banyak yang menyangka bahwa tuition fee adalah satu-satunya komponen termahal. Padahal, realitanya tidak selalu begitu. Faktor yang justru sering menjadi batu sandungan adalah biaya hidup Indonesian students di negara tujuan. Apalagi, pihak imigrasi di berbagai negara maju punya syarat ketat soal ketersediaan dana di rekening sebelum student visa-mu disetujui. Aturan ini berlaku rata untuk semua level akademik, baik itu untuk mengejar gelar undergraduate (S1), master’s (S2), maupun doctoral (S3).
Agar kamu dan keluarga tidak kaget saat menyusun perencanaan finansial untuk intake 2026 nanti, mari kita bedah secara transparan. Artikel ini akan membedah rincian budget di 6 destinasi studi favorit dunia, mulai dari syarat saldo minimal visa, uang kos, trik makan murah, sampai hidden fees yang sering terlewatkan!
Sebelum ngomongin biaya makan atau sewa apartemen, ada satu hal penting yang harus diperhatikan: Student Visa. Negara-negara seperti Australia, UK, dan Kanada mewajibkan applicants untuk membuktikan Financial Capacity Requirement. Singkatnya, pemerintah sana butuh bukti mutasi rekening bahwa kamu punya dana yang cukup untuk bertahan hidup, sehingga kamu tidak akan terlantar selama masa studi.
Pemerintah Australia baru saja memperketat aturan finansialnya. Mulai 10 Mei 2024, pelamar visa pelajar diwajibkan menunjukkan bukti living cost minimal sebesar AUD 29.710 per tahun (sekitar Rp 311,9 juta).
Sistem di UK sangat transparan dan dibedakan berdasarkan lokasi kampusmu. Sebelum mengajukan visa, pastikan kamu sudah mendapatkan Confirmation of Acceptance for Studies (CAS) dari kampus.
Untuk mendapatkan study permit di Kanada, pemerintah mensyaratkan bukti ketersediaan living cost minimal CAD 23.000 per tahun (sekitar Rp 264,5 juta), di luar biaya kuliah dan tiket pesawat.
Setelah lolos urusan visa, mari kita hitung pengeluaran bulanan yang lebih realistis. Angka ini bisa sangat fluktuatif tergantung lifestyle dan kepintaranmu mencari spot murah.
Biaya hidup di USA ibarat bumi dan langit tergantung di state mana kamu tinggal.
Meski dekat dengan Indonesia, living cost Singapura cukup tinggi, terutama di sektor akomodasi properti.
Jika budget menjadi isu utama tapi tetap ingin pendidikan berkualitas, Malaysia adalah juaranya. Syarat visa finansialnya sangat ringan dan biaya hidupnya nyaris mirip dengan kota besar di Indonesia.
Kaget melihat tingginya syarat dana di negara Barat? Jangan patah semangat dulu. Bagi kamu para young professionals atau self-funded students, pemerintah di negara maju sangat memfasilitasi international students untuk mencari income tambahan!
Berdasarkan bedah data di atas, kita bisa merangkum destinasi study abroad ke dalam 3 level budgeting finansial keluarga:
Menghitung rincian akomodasi, biaya asuransi, dan memastikan saldo visa sesuai dengan Financial Capacity Requirement memang sangat memusingkan. Tapi, kamu tidak perlu mengalkulasi semuanya sendirian! Apakah kamu berencana mengambil gelar undergraduate, master’s, ataupun doctoral, AUG Student Service hadir untuk membantu menyusun strategi finansial dan akademikmu secara GRATIS.
Aturannya baru saja diperketat! Per Mei 2024, kamu wajib punya bukti saldo minimal untuk living cost AUD 29.710 (sekitar Rp 311,9 juta). Ingat, dana ini murni hitungan untuk bertahan hidup, belum termasuk SPP kampusmu.
Betul banget! Tinggal di London itu mahal, syarat dana visanya mencapai £13.761 (Rp 275 juta). Trik cerdasnya: pilihlah kampus di kota-kota Luar London karena syarat dananya jauh lebih hemat, yakni di angka £10.539 (Rp 210 juta).
Harga sewa kamar di Singapura lumayan menguras kantong. Standar sewa satu kamar di flat HDB biasanya ada di kisaran SGD 800 sampai SGD 1.200 per bulannya.
Malaysia adalah rajanya! Biaya hidup di sana sangat ramah kantong. Secara umum, dengan budget sekitar USD 582 (sekitar Rp 9,3 juta) per bulan, kamu sudah bisa hidup nyaman dengan fasilitas kos dan makanan yang sangat terjangkau.
Bisa banget! Di UK, kamu bebas kerja part-time maksimal 20 jam per minggu. Kalau di Australia, batasnya adalah 48 jam per dua minggu. Pendapatan part-time ini jadi senjata ampuh buat menekan biaya hidupmu di sana!
Kamu berencana kuliah di Malaysia, kuliah di China, kuliah di New Zealand, kuliah di Amerika, kuliah di Kanada, kuliah di Switzerland, atau kuliah di Inggris? Konsultasikan semua rencanamu bareng konsultan AUG Indonesia! Kamu bisa konsultasi online atau langsung datang ke kantor terdekat, tinggal pilih mana yang paling nyaman buat kamu.
Langsung aja klik buat ngobrol sama tim AUG Indonesia sekarang. Yuk, mulai langkah baru buat wujudkan kuliah di luar negeri TANPA RIBET!
Hubungi AUG Student Services sekarang juga untuk info lengkap soal pendaftaran, beasiswa, dan visa pelajar!