
Jika kamu bermimpi kuliah S1 di luar negeri tapi terhalang budget, maka Beasiswa Garuda 2026 adalah jawaban dan tiket emas yang selama ini kamu tunggu-tunggu. Singkatnya, program ini adalah inisiatif prestisius yang dirancang khusus untuk mencetak generasi pemimpin masa depan. Namun, karena ini adalah program unggulan tingkat nasional, persaingannya dipastikan sangat ketat.
Banyak calon pendaftar yang masih bingung membedakan antara informasi yang beredar di internet dengan aturan resminya. Mulai dari pertanyaan soal syarat nilai rapor, apakah wajib punya Letter of Acceptance (LoA), sampai bagaimana format ujiannya. Oleh karena itu, artikel ini akan membedah tuntas pedoman resmi program Beasiswa Garuda 2026. Mulai dari rincian pendanaan, jadwal seleksi terbaru, syarat wajib LoA, hingga tips menembus Tes Bakat Skolastik (TBS). Let’s dive in!
Beasiswa Garuda 2026 adalah program pendanaan pendidikan jenjang Sarjana (S1) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Menariknya, seluruh pendanaan beasiswa ini bersumber langsung dari Dana Abadi Pendidikan yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Itulah mengapa seluruh proses pendaftarannya terintegrasi melalui portal resmi LPDP.
Sebuah ketakutan yang wajar bagi orang tua: “Gimana kalau nanti ada biaya tersembunyi (hidden costs) pas anak udah berangkat?”
Tenang saja, Beasiswa Garuda 2026 menerapkan skema Fully Funded alias dibiayai penuh secara komprehensif. LPDP menjamin mahasiswanya bisa fokus 100% belajar tanpa memikirkan uang saku. Berikut rincian biaya yang ditanggung:
Lalu, apa saja kriteria untuk bisa lolos seleksi administrasi program ini? Pertama dan yang paling penting, pemerintah menetapkan standar akademik yang tinggi namun tetap realistis.
Selain itu, kamu tidak bisa mendaftar sembarang jurusan. Pemerintah telah menetapkan 10 bidang studi prioritas yang paling dibutuhkan untuk menyongsong Indonesia Emas:
Selanjutnya, bagaimana cara memilih kampus luar negeri yang diperbolehkan? Mulai tahun 2026, pemerintah mengubah kebijakan seleksi kampus. Patokannya bukan lagi melihat ranking universitas secara umum, melainkan mengacu pada Top 100 QS Subject Ranking. Artinya, kampus yang kamu tuju haruslah masuk dalam 100 besar dunia khusus untuk program studi (jurusan) yang kamu lamar.
Jangan sampai mimpimu kandas hanya karena telat submit dokumen. LPDP membuka dua gelombang pendaftaran pada tahun 2026. Berikut timeline resmi yang wajib kamu masukkan ke dalam kalender:
Jadwal Gelombang I:
Jadwal Gelombang II:
Karena program ini terintegrasi dengan LPDP, pendaftar kelas 12 SMA mungkin masih sangat awam dengan alur seleksinya.
Pertama, kamu wajib membuat akun di portal resmi LPDP. Siapkan KTP dan NISN, isi biodata lengkap, unggah nilai rapor semester 1-5, dan submit LoA dari kampus tujuanmu.
Kemudian, setelah lolos seleksi administrasi, kamu akan menghadapi Tes Bakat Skolastik (TBS). Ini adalah “momok” terbesar bagi banyak peserta karena formatnya sangat berbeda dengan UTBK/SNBT. TBS LPDP menguji logika dan kemampuan analitis tingkat tinggi, yang terdiri dari tiga sub-tes:
Tips: Segera cari bank soal TBS LPDP tahun-tahun sebelumnya dan biasakan latihan simulasi dengan sistem timer.
Persiapan mendaftar Beasiswa Garuda 2026 memang bukan perkara mudah. Syarat mutlak wajib memiliki LoA dari universitas Top 100 QS Subject Ranking seringkali membuat siswa kelas 12 mundur karena bingung cara mendaftar ke kampus luar negeri.
Namun, kamu tidak perlu pusing sendirian! Agar LoA kampus impianmu aman di tangan sebelum portal LPDP ditutup, segera konsultasikan persiapan pendaftaranmu bersama AUG Student Services. Sebagai konsultan pendidikan internasional resmi dan terpercaya, AUG siap mendampingi kamu mulai dari review Personal Statement, mengurus terjemahan ijazah/rapor, hingga memastikan aplikasimu sukses menembus universitas top dunia. Dan yang paling penting, layanan pengurusan pendaftaran ke universitas mitra AUG adalah 100% GRATIS!
Fokus utamanya adalah siswa kelas 12 dan fresh graduate. Cek batas maksimal tahun kelulusan di buku panduan resmi LPDP nanti.
Ya. Karena syaratnya wajib memiliki LoA, otomatis kamu harus sudah lulus ujian IELTS/TOEFL sesuai standar kampus luar negeri yang dituju.
Jika tidak masuk daftar Top 100 QS Subject untuk jurusan tersebut, maka aplikasimu akan otomatis ditolak di tahap administrasi LPDP.
Ya. Biaya asrama (accommodation) sudah di-cover di dalam komponen Tunjangan Hidup (Living Allowance) bulanan.
Pendaftaran Gelombang I ditutup pada tanggal 15 Maret 2026. Pastikan semua berkas sudah diunggah ke sistem.
Kamu berencana kuliah di Malaysia, kuliah di China, kuliah di New Zealand, kuliah di Amerika, kuliah di Kanada, kuliah di Switzerland, atau kuliah di Inggris? Konsultasikan semua rencanamu bareng konsultan AUG Indonesia! Kamu bisa konsultasi online atau langsung datang ke kantor terdekat, tinggal pilih mana yang paling nyaman buat kamu.
Langsung aja klik buat ngobrol sama tim AUG Indonesia sekarang. Yuk, mulai langkah baru buat wujudkan kuliah di luar negeri TANPA RIBET!
Hubungi AUG Student Services sekarang juga untuk info lengkap soal pendaftaran, beasiswa, dan visa pelajar!