
Bayangkan kamu sudah punya jurusan impian, universitas incaran, bahkan negara tujuan sudah kebayang jelas. Tapi semuanya bisa tertahan hanya karena satu hal yang sering diremehkan di awal: salah pilih tes bahasa Inggris. Banyak pelajar Indonesia baru sadar di tengah jalan bahwa skor TOEFL mereka tidak diterima, IELTS yang diambil ternyata bukan versi yang diminta visa, atau PTE yang nilainya aman ternyata belum cukup untuk jurusan tertentu. Di titik ini, waktu, biaya, dan energi sering terbuang sia-sia.
Artikel ini tidak akan menjanjikan jalan pintas. Tujuannya sederhana dan realistis, membantu kamu, baik Gen Z yang baru mulai riset, mahasiswa yang ingin lanjut S2, maupun orang tua yang ingin kepastian, memahami tes bahasa Inggris mana yang paling tepat sesuai negara tujuan kuliah.
Tes bahasa Inggris untuk kuliah bukan sekadar soal bisa bahasa Inggris atau tidak. Setiap negara, bahkan setiap universitas, punya preferensi sendiri karena tes ini berfungsi sebagai alat ukur kesiapan akademik. Inggris dan Australia, misalnya, sangat menekankan kemampuan akademik kontekstual melalui IELTS dan PTE. Amerika Serikat sejak lama mengandalkan TOEFL karena formatnya dianggap merepresentasikan lingkungan kampus mereka.
Kesalahan paling umum adalah memilih tes berdasarkan tren atau rekomendasi teman, bukan berdasarkan negara dan sistem pendidikan tujuan. Padahal, tes bahasa Inggris adalah bagian strategis dari aplikasi kuliah, bukan sekadar syarat administratif.
IELTS Academic dikenal luas dan diterima hampir di semua negara tujuan studi. Tes ini mengukur kemampuan membaca teks akademik, menulis esai formal, memahami percakapan akademik, dan berbicara secara terstruktur. Untuk Inggris, ada varian khusus bernama IELTS UKVI yang dibutuhkan untuk pembuatan visa.
TOEFL iBT banyak digunakan di Amerika Serikat dan beberapa universitas internasional yang masih mengacu pada sistem evaluasi berbasis komputer. Fokusnya kuat pada listening dan reading berbasis akademik.
PTE Academic menjadi alternatif yang semakin populer, terutama di Australia dan UK, karena sistem penilaiannya berbasis AI dan hasil tes keluar lebih cepat. Bagi sebagian pelajar, PTE terasa lebih objektif dan konsisten.
Agar lebih mudah dipahami, berikut gambaran umum tes bahasa Inggris yang paling sering digunakan sesuai negara tujuan kuliah. Tabel ini bukan aturan mutlak, tetapi menjadi referensi awal yang aman untuk perencanaan studi.
| Negara Tujuan | Tes Bahasa Inggris yang Umum Diterima | Skor Minimum Umum (S1–S2)* | Catatan Penting |
|---|---|---|---|
| United Kingdom (UK) | IELTS Academic, IELTS UKVI, PTE Academic | IELTS 6.0–6.5 / PTE 58–62 | Banyak kampus UK mensyaratkan IELTS, terutama untuk visa. Untuk jalur visa tertentu, hanya IELTS UKVI yang diterima. |
| Australia | IELTS Academic, PTE Academic, TOEFL iBT | IELTS 6.0–6.5 / PTE 50–58 | Australia cukup fleksibel dan PTE sangat populer karena hasil cepat. Tetap perlu cek syarat visa dan jurusan. |
| United States (USA) | TOEFL iBT, IELTS Academic, PTE Academic | TOEFL iBT 70–90 / IELTS 6.5 / PTE 55–65 | Banyak universitas US masih lebih familiar dengan TOEFL, tapi IELTS & PTE makin banyak diterima. |
* Skor dapat berbeda berdasarkan universitas dan jurusan. Beberapa program seperti Hukum, Medis, dan Pendidikan biasanya meminta skor lebih tinggi.
*Skor minimum bersifat rata-rata umum. Setiap universitas dan jurusan bisa punya standar berbeda.

Langkah pertama selalu dimulai dari negara tujuan, bukan dari tesnya. Jika targetmu Inggris, maka IELTS hampir selalu menjadi pilihan paling aman. Untuk Australia, PTE bisa sangat menguntungkan jika kamu ingin hasil cepat dan fleksibilitas. Jika universitas tujuanmu di Amerika Serikat, TOEFL masih menjadi opsi paling “natural”, meskipun IELTS dan PTE semakin diterima.
Langkah kedua adalah melihat jurusan dan jenjang studi. Program S2 biasanya menuntut kemampuan menulis akademik yang lebih kuat, sehingga writing score menjadi perhatian utama. Di sinilah banyak pelajar gagal bukan karena total skor, tetapi karena salah satu komponen tidak memenuhi syarat.
Langkah ketiga adalah memahami timeline. Beberapa tes membutuhkan waktu persiapan lebih panjang, sementara yang lain lebih cocok untuk target jangka pendek. Strategi ini sering kali luput dibahas, padahal sangat menentukan.
Banyak pelajar baru menyadari kesalahan setelah ditolak universitas. Ada yang mengambil TOEFL untuk UK, padahal kampus hanya menerima IELTS UKVI. Ada juga yang mengambil IELTS General Training, bukan Academic. Kesalahan lain adalah tidak membaca syarat minimum per skill, sehingga total skor aman tetapi writing atau speaking kurang. Semua kesalahan ini sebenarnya bisa dihindari sejak awal dengan perencanaan yang tepat.
Tes bahasa Inggris bukan sekadar formalitas. Ia adalah gerbang pertama menuju kampus impian. Memilih tes yang tepat sejak awal berarti menghemat waktu, biaya, dan mengurangi stres yang tidak perlu. Bagi orang tua, ini juga memberikan kepastian bahwa investasi pendidikan anak berjalan di jalur yang benar.
Jika kamu masih ragu memilih tes bahasa Inggris yang paling sesuai dengan negara dan jurusan tujuan, tim konsultan pendidikan di AUG Student Services siap membantu. Mulai dari pemetaan negara tujuan, rekomendasi tes bahasa Inggris, hingga strategi aplikasi universitas, semua bisa dibahas secara personal. Untuk konsultasi langsung, kamu bisa menghubungi tim AUG dan mendapatkan arahan yang sesuai dengan profil akademikmu.
1. Apakah satu tes bahasa Inggris bisa dipakai untuk semua negara?
Tidak selalu. Meskipun IELTS dan PTE diterima luas, beberapa negara dan visa memiliki ketentuan khusus yang wajib diperhatikan sebelum mendaftar.
2. Mana yang lebih mudah, IELTS atau PTE?
Tidak ada yang benar-benar lebih mudah. Semuanya tergantung gaya belajar dan kekuatan masing-masing individu, terutama di skill writing dan speaking.
3. Apakah skor minimum selalu sama untuk semua jurusan?
Tidak. Jurusan tertentu seperti hukum, pendidikan, dan kesehatan biasanya memiliki standar lebih tinggi dibanding jurusan lain.
4. Kapan sebaiknya mulai mempersiapkan tes bahasa Inggris?
Idealnya enam hingga dua belas bulan sebelum intake kuliah agar masih ada ruang untuk retake jika diperlukan.
Catatan: Selalu cek persyaratan kampus dan visa tujuanmu karena regulasi bisa berubah setiap tahun.
Kamu berencana kuliah di Malaysia, kuliah di China, kuliah di New Zealand, kuliah di Amerika, kuliah di Kanada, kuliah di Switzerland, atau kuliah di Inggris? Konsultasikan semua rencanamu bareng konsultan AUG Indonesia! Kamu bisa konsultasi online atau langsung datang ke kantor terdekat, tinggal pilih mana yang paling nyaman buat kamu.
Langsung aja klik buat ngobrol sama tim AUG Indonesia sekarang. Yuk, mulai langkah baru buat wujudkan kuliah di luar negeri TANPA RIBET!
Hubungi AUG Student Services sekarang juga untuk info lengkap soal pendaftaran, beasiswa, dan visa pelajar!