
Punya mimpi melanjutkan studi ke luar negeri tapi enggan pergi terlalu jauh dari rumah? Kuliah di Singapore adalah jawaban paling ideal buat kamu. Jaraknya yang super dekat dari Indonesia dan sistem pendidikannya yang diakui secara global membuatnya jadi high demand di kalangan pelajar. Namun, mengurus rencana studi sebagai mahasiswa self-funded (biaya mandiri) tentu butuh riset matang. Mulai dari kebingungan memilih universitas, menebak-nebak rincian biaya hidup, hingga pusing memikirkan birokrasi visa pelajar.
Singkatnya, kamu butuh panduan praktis yang bisa menjawab semua overthinking tersebut secara gamblang. Oleh karena itu, artikel ini akan membongkar tuntas segala fakta, angka rill, dan rahasia fast-track yang wajib kamu tahu sebelum berangkat kuliah ke Singapore. Yuk, simak rinciannya agar persiapanmu makin matang!
Banyak orang tua dan calon mahasiswa khawatir soal tingginya budget kuliah di luar negeri. Apalagi, persaingan masuk universitas negeri di Singapura sangat ketat. Namun, ada solusi brilian yang sering dilewatkan: mendaftar ke Institusi Pendidikan Swasta atau cabang kampus internasional (branch campus).
Pertama, standar akademiknya sama persis dengan kampus induk di negara asalnya (seperti UK atau Australia).
Kedua, kampus-kampus ini sering menawarkan program fast-track atau jalur akselerasi. Kamu bisa lulus jenjang S1 (Bachelor) jauh lebih cepat dibandingkan kuliah reguler pada umumnya, sehingga total pengeluaranmu jadi lebih hemat.
Selanjutnya, mari kita bahas topik yang paling bikin penasaran: the money talk. Berapa sih biaya yang harus disiapkan untuk kuliah di Singapore?
Secara umum, biaya pendidikan di universitas swasta atau kampus internasional di Singapura rata-rata berkisar antara SGD 18.000 hingga SGD 30.000 per tahun.
Sebagai gambaran yang lebih spesifik, berikut adalah data biaya dari beberapa kampus top:
Selain biaya kuliah, kamu tentu harus memperhitungkan biaya hidup bulanan. Mengingat standar hidup di Singapura cukup tinggi, kamu wajib menyiapkan budget yang realistis.
Rata-rata mahasiswa internasional membutuhkan sekitar SGD 1,500 – SGD 2,500 per bulan. Berikut rincian kasarnya:
Lalu, apa saja kualifikasi yang harus disiapkan untuk bisa lolos pendaftaran? Persyaratannya sebenarnya cukup straightforward.
Pertama, kamu wajib memiliki Ijazah SMA/SMK sederajat dari Indonesia. Nilai akademik minimum yang diminta akan bervariasi tergantung pada kebijakan masing-masing universitas dan jurusan yang kamu tuju.
Kedua, karena bahasa pengantar penuh menggunakan bahasa Inggris, kamu wajib membuktikan kemampuan bahasamu. Rata-rata kampus mensyaratkan skor IELTS minimal 6.0 – 6.5 atau ekuivalennya seperti TOEFL iBT 80-90. Bagaimana jika skor bahasa Inggrismu belum memenuhi syarat? Jangan panik! Banyak kampus menyediakan solusi praktis. Sebagai contoh, JCU memiliki English Language Preparatory Program seharga S$4,578 bagi mahasiswa yang butuh pemantapan bahasa sebelum masuk ke kelas reguler.
Singapura dipenuhi oleh deretan institusi kelas dunia. Agar tidak salah pilih, berikut adalah profil singkat universitas top mitra AUG Student Services yang memiliki keunggulan (USP) masing-masing:
Buat kamu mahasiswa self-funded yang ingin menekan biaya, fitur Top-up Degree adalah “life hack” paling menguntungkan. Di institusi seperti Kaplan, kamu bisa masuk melalui jalur Diploma lalu melanjutkan ke program Top-up Degree dari universitas mitra (UK/Australia). Hasilnya? Kamu bisa lulus program S1 bergelar Double Major jauh lebih cepat! Misalnya hanya dalam waktu 24 bulan (dibandingkan 36-48 bulan di jalur tradisional). Lulus lebih cepat berarti kamu sangat menghemat biaya bulanan (living cost) di Singapura!
Kesimpulannya, kuliah di singapore memberikan keuntungan luar biasa berupa pendidikan berstandar global, fasilitas kampus modern, dan kemudahan durasi studi (fast-track). Meskipun mahasiswa institusi swasta tidak diizinkan bekerja part-time, waktu kelulusan yang lebih cepat justru sangat membantu menghemat budget secara keseluruhan. Pilihan kampus seperti Curtin, JCU, Kaplan, PSB Academy, dan SIM siap mewujudkan karir cemerlangmu.

Daripada overthinking sendirian, mending langsung ngobrol sama pakarnya!
AUG Student Services akan mengadakan online event eksklusif: “Study in Singapore & Malaysia Info Session” pada:
Hari/Tanggal: Sabtu, 28 Februari 2026
Waktu: 10.00 – 13.00 WIB
Di acara ini, kamu bisa konsultasi langsung soal universitas-universitas top di Malaysia yang bekerja sama dengan AUG, nanya soal beasiswa, sampai bedah budget bareng ahlinya.
Register sekarang, cek link pendaftarannya di sini.
Rata-rata mahasiswa membutuhkan SGD 2.500 hingga SGD 4.000 per bulan (mencakup akomodasi, makan, dan transportasi dasar).
Tidak. Mahasiswa di Institusi Pendidikan Swasta (PEI) Singapura secara hukum dilarang oleh MOM untuk bekerja part-time.
Rata-rata kampus mensyaratkan skor IELTS 6.0 hingga 6.5 atau TOEFL iBT 80-90.
Kamu bisa mengambil English Language Preparatory Program (kelas pemantapan bahasa) yang disediakan oleh pihak kampus sebelum memulai program sarjana.
Ini adalah program jalur cepat di mana lulusan Diploma bisa langsung menempuh sisa kredit kuliah selama 16-24 bulan untuk mendapatkan gelar Sarjana penuh, sehingga menghemat biaya hidup.
Kamu berencana kuliah di Malaysia, kuliah di China, kuliah di New Zealand, kuliah di Amerika, kuliah di Kanada, kuliah di Switzerland, atau kuliah di Inggris? Konsultasikan semua rencanamu bareng konsultan AUG Indonesia! Kamu bisa konsultasi online atau langsung datang ke kantor terdekat, tinggal pilih mana yang paling nyaman buat kamu.
Langsung aja klik buat ngobrol sama tim AUG Indonesia sekarang. Yuk, mulai langkah baru buat wujudkan kuliah di luar negeri TANPA RIBET!
Hubungi AUG Student Services sekarang juga untuk info lengkap soal pendaftaran, beasiswa, dan visa pelajar!