
Last Updated: September 2026 | Ditulis oleh Tim Konsultan AUG Student Services Indonesia
Nulis esai buat tugas sekolah, cerita pengalaman liburan, atau bahkan Writing Task 2 di IELTS, semuanya butuh satu skill dasar: cerita kejadian yang sudah selesai di masa lalu dengan runtut. Di sinilah contoh simple past tense jadi penting kamu kuasai, bukan cuma hafal rumusnya, tapi paham cara pakainya di kalimat nyata.
Banyak yang udah hafal “Verb 2” tapi masih suka salah waktu bikin kalimat negatif atau tanya. Makanya, artikel ini nggak cuma kasih contoh kalimat, tapi juga signal words yang sering dilewatkan, tabel irregular verbs yang paling sering muncul, sampai kesalahan umum yang bahkan sering ditemui di essay pelajar yang sedang persiapan tes bahasa Inggris. Yuk, kita bedah tuntas!
Apa Itu Simple Past Tense?
Singkatnya: simple past tense adalah bentuk kalimat bahasa Inggris yang dipakai untuk menceritakan kejadian, kebiasaan, atau kondisi yang sudah selesai terjadi di masa lampau dan punya keterangan waktu yang jelas (seperti yesterday, last week, atau in 2020), menggunakan Verb 2 untuk kalimat verbal atau was/were untuk kalimat nominal.
Tense ini dipakai kalau kamu mau cerita sesuatu yang benar-benar sudah kelar, bukan sedang berlangsung atau baru saja terjadi tanpa waktu spesifik (itu wilayahnya present perfect). Bisa berupa kejadian sekali terjadi (I visited Bali last year), kebiasaan lama yang sekarang sudah nggak dilakukan (I played piano every day when I was a kid), atau rangkaian peristiwa berurutan (I woke up, brushed my teeth, and left for school).
Rumus Lengkap Simple Past Tense
Ada dua jenis kalimat yang harus kamu kuasai: kalimat verbal (pakai kata kerja) dan kalimat nominal (pakai to be). Berikut rumus lengkapnya dalam bentuk positif, negatif, dan tanya:
Signal Words: Kata Kunci yang Menandakan Simple Past Tense
Yang paling sering kami temui di sesi konsultasi persiapan IELTS: siswa yang sudah hafal rumus tapi bingung menentukan tense yang tepat karena tidak terbiasa mengenali signal words. Padahal, keterangan waktu inilah yang jadi penanda paling jelas bahwa kamu harus pakai simple past tense, bukan tense lain.
Regular vs Irregular Verbs: Jangan Sampai Tertukar
Kata kerja dalam bahasa Inggris terbagi jadi dua kelompok besar. Regular verbs cukup ditambah akhiran -ed untuk jadi bentuk lampau (walk → walked, play → played). Irregular verbs berubah bentuk secara tidak beraturan, jadi harus dihafal satu per satu. Berikut daftar irregular verbs yang paling sering dipakai sehari-hari:
Contoh Kalimat Simple Past Tense Berdasarkan Konteks
1. Konteks Sekolah & Belajar
- (+) I reviewed my notes before the exam. (Saya meninjau catatan saya sebelum ujian)
(-) I did not review my notes before the exam. (Saya tidak meninjau catatan saya sebelum ujian)
(?) Did you review your notes before the exam? (Apakah kamu meninjau catatanmu sebelum ujian?) - (+) The teacher assigned a group project last Friday. (Guru itu memberi tugas kelompok Jumat lalu)
(-) The teacher did not assign a group project last Friday. (Guru itu tidak memberi tugas kelompok Jumat lalu)
(?) Did the teacher assign a group project last Friday? (Apakah guru itu memberi tugas kelompok Jumat lalu?) - (+) She scored the highest mark in the quiz. (Dia meraih nilai tertinggi dalam kuis)
(-) She did not score the highest mark in the quiz. (Dia tidak meraih nilai tertinggi dalam kuis)
(?) Did she score the highest mark in the quiz? (Apakah dia meraih nilai tertinggi dalam kuis?)
2. Konteks Liburan & Traveling
- (+) We backpacked around Yogyakarta last semester break. (Kami backpacking keliling Yogyakarta liburan semester lalu)
(-) We did not backpack around Yogyakarta last semester break. (Kami tidak backpacking keliling Yogyakarta liburan semester lalu)
(?) Did you backpack around Yogyakarta last semester break? (Apakah kalian backpacking keliling Yogyakarta liburan semester lalu?) - (+) He missed his connecting flight in Singapore. (Dia ketinggalan penerbangan lanjutan di Singapura)
(-) He did not miss his connecting flight in Singapore. (Dia tidak ketinggalan penerbangan lanjutan di Singapura)
(?) Did he miss his connecting flight in Singapore? (Apakah dia ketinggalan penerbangan lanjutan di Singapura?)
3. Konteks Kehidupan Sehari-hari
- (+) My neighbor borrowed my umbrella yesterday. (Tetangga saya meminjam payung saya kemarin)
(-) My neighbor did not borrow my umbrella yesterday. (Tetangga saya tidak meminjam payung saya kemarin)
(?) Did your neighbor borrow your umbrella yesterday? (Apakah tetanggamu meminjam payungmu kemarin?) - (+) The power went out during the storm last night. (Listrik padam saat badai tadi malam)
(-) The power did not go out during the storm last night. (Listrik tidak padam saat badai tadi malam)
(?) Did the power go out during the storm last night? (Apakah listrik padam saat badai tadi malam?)
4. Konteks Pekerjaan
- (+) The team pitched the proposal to the client this morning. (Tim itu memaparkan proposal ke klien pagi ini)
(-) The team did not pitch the proposal to the client this morning. (Tim itu tidak memaparkan proposal ke klien pagi ini)
(?) Did the team pitch the proposal to the client this morning? (Apakah tim itu memaparkan proposal ke klien pagi ini?) - (+) I negotiated a better deadline with my supervisor. (Saya menegosiasikan deadline yang lebih baik dengan atasan saya)
(-) I did not negotiate a better deadline with my supervisor. (Saya tidak menegosiasikan deadline yang lebih baik dengan atasan saya)
(?) Did you negotiate a better deadline with your supervisor? (Apakah kamu menegosiasikan deadline yang lebih baik dengan atasanmu?)
5. Kalimat Nominal (Was/Were)
- (+) The exam was surprisingly difficult. (Ujiannya ternyata sangat sulit)
(-) The exam was not surprisingly difficult. (Ujiannya ternyata tidak sangat sulit)
(?) Was the exam surprisingly difficult? (Apakah ujiannya sangat sulit?) - (+) They were nervous before the interview. (Mereka gugup sebelum wawancara)
(-) They were not nervous before the interview. (Mereka tidak gugup sebelum wawancara)
(?) Were they nervous before the interview? (Apakah mereka gugup sebelum wawancara?)
6. Passive Voice
- (+) The proposal was rejected by the committee. (Proposal itu ditolak oleh komite)
(-) The proposal was not rejected by the committee. (Proposal itu tidak ditolak oleh komite)
(?) Was the proposal rejected by the committee? (Apakah proposal itu ditolak oleh komite?) - (+) The bridge was completed ahead of schedule. (Jembatan itu selesai lebih cepat dari jadwal)
(-) The bridge was not completed ahead of schedule. (Jembatan itu tidak selesai lebih cepat dari jadwal)
(?) Was the bridge completed ahead of schedule? (Apakah jembatan itu selesai lebih cepat dari jadwal?)
5 Kesalahan Umum yang Sering Terjadi
Yang paling sering kami temui saat mengoreksi esai persiapan IELTS/TOEFL siswa AUG, kesalahan-kesalahan ini terus berulang meski sudah paham rumusnya secara teori:
- Pakai Verb 2 setelah “did”: Salah: “Did you went there?” Benar: “Did you go there?”, setelah did, kata kerja wajib kembali ke Verb 1.
- Lupa “not” di kalimat negatif nominal: Salah: “She wasn’t happy” ditulis “She not was happy.” Benar: “She was not happy.”
- Salah pilih was/were: Salah: “They was late.” Benar: “They were late.” Ingat, was untuk I/He/She/It, were untuk You/We/They.
- Mencampur signal word present dengan verb past: Salah: “I visited him now.” Kata “now” itu penanda present, bukan past, jadi bikin kalimatnya kontradiktif.
- Tertukar dengan present perfect: Salah: “I have visited Bali last year.” Kalau ada keterangan waktu spesifik seperti “last year”, pakai simple past (“I visited Bali last year”), bukan present perfect.
Simple Past vs Present Perfect vs Past Continuous: Apa Bedanya?
Tiga tense ini sering tertukar karena sama-sama “berhubungan dengan masa lalu”. Berikut perbedaan intinya:
Kenapa Penguasaan Tense Ini Penting untuk IELTS dan Studi ke Luar Negeri?

Simple past tense bukan cuma materi sekolah, tapi juga salah satu fondasi penilaian Grammatical Range and Accuracy di tes IELTS, khususnya di Writing Task 2 dan Speaking Part 2 (saat kamu diminta cerita pengalaman). Kesalahan tense yang berulang bisa langsung menurunkan skormu, meski ide dan kosakatamu sudah bagus.
Kalau kamu sedang bersiap untuk tes IELTS dalam waktu terbatas atau merancang strategi skor tinggi, menguasai tense dasar seperti ini adalah langkah pertama yang wajib solid sebelum lanjut ke grammar yang lebih kompleks.
Siap Persiapan Bahasa Inggris untuk Kuliah ke Luar Negeri?
Menguasai simple past tense adalah langkah awal yang bagus, tapi persiapan bahasa Inggris untuk kuliah ke luar negeri butuh strategi yang lebih menyeluruh, mulai dari grammar, vocabulary, sampai teknik menjawab format tes IELTS/TOEFL. Konsultasikan kebutuhan persiapan bahasa Inggrismu bersama tim AUG Student Services!
Kamu berencana kuliah di Malaysia, kuliah di China, kuliah di New Zealand, kuliah di Amerika, kuliah di Kanada, kuliah di Switzerland, atau kuliah di Inggris? Konsultasikan semua rencanamu bareng konsultan AUG Indonesia! Kamu bisa konsultasi online atau langsung datang ke kantor terdekat, tinggal pilih mana yang paling nyaman buat kamu.
Langsung aja klik buat ngobrol sama tim AUG Indonesia sekarang. Yuk, mulai langkah baru buat wujudkan kuliah di luar negeri TANPA RIBET!
Tertarik Konsultasi?
Hubungi AUG Student Services sekarang juga untuk info lengkap soal pendaftaran, beasiswa, dan visa pelajar!

Register
Login
