
Last Updated: Juni 2026 | Ditulis oleh Tim Konsultan AUG Student Services Indonesia
Buat kamu yang sedang bersiap mendaftar ke universitas luar negeri atau mengurus visa, pasti pernah merasakan momen kebingungan ini. Saat melihat syarat dokumen bahasa Inggris, kamu dihadapkan pada dua pilihan: IELTS vs PTE.
Secara singkat, buat kamu yang penasaran tes mana yang harus diambil: IELTS (International English Language Testing System) lebih cocok untuk kamu yang suka mengerjakan tes secara bertahap dan lebih nyaman ngobrol tatap muka dengan manusia. Sementara itu, PTE (Pearson Test of English) adalah pilihan terbaik buat kamu yang butuh hasil ujian keluar dengan sangat cepat dan lebih percaya diri berhadapan dengan sistem komputer.
Meskipun keduanya sama-sama diakui secara global, realitanya banyak pelajar SMA hingga young professional yang jadi galau. Mereka bingung menentukan tes mana yang lebih mudah, lebih cepat, dan lebih sesuai dengan gaya belajar masing-masing. Biar kamu nggak salah strategi dan membuang uang jutaan rupiah dengan sia-sia, mari kita bedah secara objektif perbandingan antara IELTS Academic dan PTE Academic. Siapkan catatanmu!
Perbedaan paling mencolok antara kedua tes ini terletak pada cara mereka menyajikan soal dan berapa lama kamu harus duduk di dalam ruang ujian.
IELTS (yang diselenggarakan oleh British Council dan IDP) memiliki gaya pengujian yang sangat terstruktur. Ujian ini memakan waktu total sekitar 2 jam 45 menit. Kamu akan mengerjakan empat sesi secara terpisah dan berurutan:
Kelebihan dari format ini adalah otakmu bisa lebih fokus pada satu skill di satu waktu. Sesi Speaking bahkan sering kali dilakukan di hari yang berbeda, memberikanmu waktu luang untuk bernapas dan bersiap diri.
Di sisi lain, PTE Academic (dari Pearson) hadir dengan format yang jauh lebih singkat. Total waktu pengerjaannya hanya sekitar 2 jam saja, dan seluruh pengerjaan wajib dilakukan 100% di depan komputer. Berbeda dengan IELTS, PTE menggunakan metode integrated skills testing. Sesi tesnya digabung menjadi tiga bagian utama:
Artinya, dalam satu tipe soal, kamu bisa saja diminta mendengarkan audio lalu langsung mengetik ringkasannya, menggabungkan Listening dan Writing sekaligus.
Untuk mempermudah kamu membandingkan spesifikasi dari kedua tes ini, silakan cek tabel rangkuman komprehensif di bawah ini:
| Fitur Ujian | IELTS Academic | PTE Academic |
|---|---|---|
| Metode Tes | Komputer atau Kertas (Paper-based) | 100% Menggunakan Komputer |
| Speaking Test | Tatap muka langsung dengan Examiner | Berbicara melalui mikrofon ke sistem komputer |
| Total Durasi | Sekitar 2 Jam 45 Menit | Sekitar 2 Jam |
| Hasil Tes Rilis | 3 sampai 5 Hari (Computer-based), 13 Hari (Paper-based) | Maksimal 48 Jam / 2 Hari |
| Biaya Ujian | Rp 3.490.000 | Sekitar USD 222 (kurs berlaku, estimasi Rp 3.900.000-an) |
Selain format ujian, sistem grading dari kedua tes ini sangat bertolak belakang. Hal ini sangat memengaruhi mindset dan rasa percaya diri kandidat saat mengerjakan soal, terutama pada bagian Speaking.
Pada ujian IELTS, penilaian dilakukan sepenuhnya oleh penguji manusia (human examiner assessment). Saat sesi Speaking, kamu akan berhadapan satu lawan satu dengan seorang native speaker di sebuah ruangan khusus, baik secara langsung maupun melalui video call resmi. IELTS menggunakan sistem Band Score dengan rentang nilai 1 hingga 9.
Sebaliknya, PTE Academic dinilai 100% oleh sistem Artificial Intelligence yang canggih. Kamu akan menggunakan headset dan berbicara ke arah mikrofon komputer. Mesin AI inilah yang akan menganalisis kelancaran, pelafalan, dan kejelasan kosakatamu menggunakan sistem Global Scale of English dengan rentang skor 10 hingga 90.

Masih bingung harus memilih yang mana? Mari kita sesuaikan pilihan tes ini dengan masalah yang paling sering dialami oleh para peserta ujian.
Banyak kandidat yang bahasa Inggris tulisannya bagus, tapi langsung anxious, blank, atau grogi parah saat harus berbicara tatap muka dengan orang asing (penguji IELTS). Jika kamu tipe orang pemalu, ambillah PTE Academic. Karena tes ini dinilai oleh komputer, kamu hanya perlu ngobrol dengan layar monitor dan mikrofon. Tidak akan ada kontak mata yang mengintimidasi atau prasangka (bias) dari penguji.
Bayangkan kamu baru sadar deadline pendaftaran universitas atau pengajuan visamu tinggal menghitung hari, sementara kamu belum punya sertifikat bahasa Inggris sama sekali. PTE Academic adalah penyelamat hidupmu. Hasil tes PTE sangat diandalkan kecepatannya karena rata-rata rilis hanya dalam waktu 48 jam.
Jika kamu tetap bersikeras mengambil IELTS karena persyaratan kampus, pastikan kamu memilih format IELTS on Computer agar sertifikatmu bisa keluar dalam waktu 3 hingga 5 hari kerja.
Ngomong-ngomong soal timeline persiapan bahasa Inggris, ada satu strategi penting buat kamu yang masih duduk di bangku kelas 11 SMA. Kelas 11 adalah waktu terbaik untuk mempersiapkan tesnya. Jadikan tahun ini sebagai masa untuk drilling soal dan pemanasan. Jangan buru-buru mengambil official test IELTS di kelas 11.
Kenapa? Karena sertifikat bahasa Inggris ini hanya berlaku selama 2 tahun. Jika setelah lulus SMA nanti kamu memutuskan untuk mengambil gap year demi mematangkan rencana kuliahmu, sangat disayangkan kalau sertifikat IELTS-mu keburu expired. Jadi, atur timeline-mu dengan cerdas!
Satu hal yang sering bikin kandidat bingung adalah memahami skala nilai. Biasanya, website universitas hanya memajang syarat masuk dengan menggunakan patokan nilai IELTS. Lalu, bagaimana kalau kamu mengambil tes PTE? Berikut adalah gambaran tabel konversi skor secara umum agar kamu tahu target minimum yang harus dicapai:
| Skor IELTS | Skor PTE Setara |
|---|---|
| 6.0 | 50 sampai 57 |
| 6.5 | 58 sampai 64 |
| 7.0 | 65 sampai 72 |
| 7.5 | 73 sampai 78 |
Catatan: Pastikan kamu selalu mengecek ulang syarat konversi spesifik yang diminta oleh fakultas di kampus tujuanmu, karena beberapa kampus punya kebijakan sendiri.
Memilih antara IELTS vs PTE adalah langkah pertama dari perjalanan panjang kuliah di luar negeri. Namun, mendapat skor tinggi saja belum cukup jika dokumen pendaftaran universitasmu tidak disusun secara strategis. Berencana mendaftar ke kampus bergengsi global? Jangan berjuang sendirian melawan birokrasi pendaftaran yang rumit. Serahkan seluruh pengurusan pendaftaranmu kepada tim konselor berpengalaman dari AUG Student Services.
Kamu berencana 马来西亚, 中国, kuliah di New Zealand, 美国, kuliah di Kanada, kuliah di Switzerland或 印度尼西亚语?秃顶的退休人员咨询服务 AUG 印度尼西亚!您可以在网上咨询,也可以直接联系我们,我们会为您提供最优质的服务。
您可以在接下来的时间里在 AUG 印度尼西亚网站上点击查看。Yuk, mulai langkah baru buat wujudkan 州乡村 坦帕-里贝特
联系 AUG学生服务 如需了解更多信息,请点击这里!
Perbedaan paling mendasar ada pada metode pengerjaan dan penilaiannya. IELTS masih melibatkan interaksi manusia (human examiner), khususnya saat sesi Speaking tatap muka. Sedangkan PTE Academic dikerjakan 100% menggunakan komputer, mulai dari Reading hingga Speaking, dan dinilai secara otomatis oleh Artificial Intelligence.
PTE Academic adalah juaranya dalam hal kecepatan, hasilnya biasa rilis hanya dalam tempo maksimal 48 jam. Untuk IELTS on Computer, sertifikat baru bisa didapat dalam 3 sampai 5 hari. Jika kamu mengambil IELTS Paper-based, kamu harus menunggu hingga 13 hari.
Harga keduanya terbilang cukup kompetitif. Harga official IELTS baik versi komputer maupun kertas adalah Rp 3.490.000. Sementara itu, biaya pendaftaran PTE Academic dipatok di angka USD 222, yang bisa sedikit berfluktuasi menyesuaikan nilai tukar mata uang.
Sangat disarankan untuk mengambil tes PTE Academic. Dalam tes ini, kamu akan berbicara sendirian menghadap ke layar monitor dengan headset. Tidak akan ada tekanan psikologis yang mengintimidasi seperti saat berhadapan langsung dengan native speaker.
Mengacu pada skala perbandingan secara global, syarat skor IELTS 6.5 setara dengan rentang skor PTE di angka 58 hingga 64. Usahakan untuk membidik nilai di ambang atas (sekitar 64) agar aplikasimu lebih aman.