
Mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) dan terbang ke luar negeri buat kuliah memang bikin excited banget. Tapi, begitu bulan Ramadan hampir usai, biasanya ada satu hal yang bikin international students tiba-tiba galau. Merayakan Idul Fitri di luar negeri jauh dari rumah dan bertanya-tanya, apakah akan dapat jatah libur seperti di Indonesia?
Bagi umat Muslim, Idul Fitri bukan cuma sekadar tanggal merah di kalender. Ini adalah momen sakral buat family time dan istirahat sejenak dari kesibukan sehari-hari. Biar kamu nggak culture shock saat pertama kali Lebaran di negeri orang, yuk kita bedah realita sebenarnya tentang aturan libur kampus dan cara seru merayakannya di perantauan!
Jawabannya sangat tergantung di negara mana kamu mendarat! Kalender akademik kampus biasanya selalu mengekor pada kebijakan libur nasional (public holiday) dari pemerintah setempat. Biar nggak salah ekspektasi, ini gambaran umum pembagiannya:
Kalau kamu memilih study destination di negara dengan mayoritas penduduk Muslim, kamu bisa bernapas lega. Negara seperti Malaysia menjadikan Idul Fitri sebagai libur nasional resmi. Otomatis, kampus akan tutup dan students bisa menikmati libur panjang selama beberapa hari hingga seminggu penuh layaknya di Indonesia.
Nah, beda cerita kalau kamu berkuliah di negara seperti United Kingdom (UK), United States (US), Australia, atau mayoritas negara Eropa. Di sana, Idul Fitri bukanlah public holiday. Artinya, kampus tetap beroperasi 100% normal! Jadwal kelas, presentasi, hingga ujian semester akan tetap berjalan seperti biasa seolah tidak ada perayaan apa-apa. Students dituntut untuk tetap profesional mengikuti kegiatan akademik.
(Fun Fact: Ada sedikit pengecualian di US. Beberapa institusi yang sangat progresif dan multikultural secara resmi menetapkan Eid sebagai hari libur akademik mereka!)
Mungkin kamu bertanya-tanya, “Kok kampus luar negeri pelit banget sih nggak ngasih libur?” Sebenarnya bukan masalah pelit, tapi ini murni karena urusan demografi dan sistem birokrasi. Populasi Muslim di negara-negara tersebut bukanlah mayoritas. Selain itu, kalender akademik universitas di sana sudah dikunci dari jauh-jauh hari agar selaras dengan kalender libur nasional negara tersebut. Mengubah jadwal perkuliahan secara mendadak jelas tidak memungkinkan. Namun, kampus-kampus global biasanya sangat menjunjung tinggi toleransi beragama atau yang sering disebut dengan hak religious observance. Jadi, kamu nggak perlu khawatir ibadahmu bakal dipersulit.
Biar kamu tetap bisa merasakan vibes shalat Eid pagi hari tanpa takut nilai IPK anjlok karena bolos kelas, kamu harus proaktif! Berikut triknya:

Lebaran jauh dari rumah bukan berarti kamu harus meratap sendirian di pojokan kamar dorms. Justru ini momen emas buat mencari keluarga baru!
Memutuskan untuk merantau dan berkuliah di luar negeri memang butuh mental yang baja, termasuk kesiapan merayakan momen-momen penting jauh dari support system keluarga. Namun, justru pengalaman inilah yang akan menempamu menjadi sosok yang lebih mandiri, tangguh, dan punya wawasan toleransi tingkat global. Kesiapan mental itu penting, tapi urusan birokrasi pendaftaran kampus nggak kalah bikin pusing! Daripada kamu stress sendiri memilih negara tujuan yang pas, menyortir jurusan, hingga pusing mengurus student visa yang rumit, mending serahkan semuanya ke AUG Student Services!
Sangat tergantung di mana kamu kuliah! Di negara mayoritas Muslim seperti Malaysia, kampus bakal libur panjang. Tapi kalau kamu kuliah di negara Barat seperti UK, US, atau Australia, aktivitas akademik tetap berjalan normal 100%.
Pasti bisa. Kampus global menjunjung tinggi hak toleransi beragama (religious observance). Kamu cukup mengirimkan email izin (leave of absence) kepada dosen dari jauh-jauh hari, dan mereka biasanya akan sangat memaklumi hal tersebut.
Kamu nggak bakal shalat sendirian, kok! Students biasanya akan berkumpul di Islamic Center, masjid agung di city center, atau ikut acara shalat Eid komunal yang diselenggarakan oleh komunitas kampus.
Tentu ada! Hampir semua universitas punya organisasi seperti Muslim Student Association (MSA) atau himpunan mahasiswa Indonesia yang super aktif ngadain acara bukber hingga potluck pas Lebaran.
Jelas beda banget, karena rutinitas kota berjalan normal tanpa euforia takbiran. Tapi, keseruannya berpindah ke acara kumpul-kumpul di apartemen bareng teman-teman internasional, bertukar budaya, dan cicip-cicip makanan khas dari berbagai benua!
Kamu berencana kuliah di Malaysia, kuliah di China, kuliah di New Zealand, kuliah di Amerika, kuliah di Kanada, kuliah di Switzerland, atau kuliah di Inggris? Tư vấn liên quan đến khả năng tiếp cận thông tin liên lạc AUG Indonesia! Bạn có thể tham khảo ý kiến trực tuyến về cách cung cấp thông tin quan trọng về các vấn đề liên quan, rất nhiều mana yang paling nyaman buat kamu.
Langsung aja klik buat ngobrol sama tim AUG Indonesia sekarang. Yuk, mulai langkah baru buat wujudkan kuliah di luar negeri TANPA RIBET!
Liên hệ Dịch vụ Sinh viên AUG bạn có thể tìm thấy thông tin về một số thông tin có thể có, xin vui lòng, và xin visa!