
Pernah nggak sih kamu ada di posisi ini: Deadline pendaftaran kampus tinggal seminggu lagi, LoA (Letter of Acceptance) sudah di depan mata, tapi skor bahasamu masih “nyangkut”? Mau ikut tes ulang IELTS, tapi jadwalnya penuh atau hasilnya kelamaan. Mau nekat daftar, takut ditolak. Di situasi genting seperti ini, nama PTE Academic sering muncul sebagai game changer. Banyak yang bilang PTE itu “jalan pintas” atau “alternatif kalau IELTS mentok”. Padahal, PTE untuk kuliah luar negeri bukan sekadar ban serep. Di negara destinasi favorit seperti Australia, New Zealand, dan Inggris, PTE kini menjadi primadona baru karena sistemnya yang modern, cepat, dan objektif.
Artikel ini akan membedah tuntas kenapa Gen Z makin cinta sama PTE, bagaimana sistem penilaian AI-nya bekerja, dan tabel konversi skor yang wajib kamu tahu biar nggak salah strategi.
PTE Academic (Pearson Test of English) adalah tes bahasa Inggris berbasis komputer yang dikembangkan oleh Pearson. Bedanya dengan tes lain? Semuanya dinilai oleh Trí tuệ nhân tạo (AI) atau kecerdasan buatan. Tidak ada penguji manusia yang akan mengerutkan dahi saat ngữ pháp-mu salah. Tidak ada sesi wawancara tatap muka yang bikin awkward. Kamu, komputer, dan headset.
Kenapa ini penting? Karena banyak mahasiswa Indonesia sebenarnya jago bahasa Inggris, tapi nervous saat harus ngobrol langsung dengan bule. Di PTE, faktor grogi karena interaksi manusia dihilangkan total.
Popularitas PTE untuk kuliah luar negeri meroket bukan tanpa alasan. Ini beberapa winning factors-nya:
Kalau tes lain butuh waktu 3-13 hari, hasil PTE rata-rata keluar dalam 48 jam (2 hari). Bahkan banyak kasus di mana hasil keluar hanya dalam hitungan jam setelah tes selesai. Ini penyelamat banget buat kamu yang tim “Sistem Kebut Semalam”.
AI tidak peduli seberapa medok aksenmu atau apakah kamu terlihat gugup. Selama pengucapanmu jelas dan sesuai algoritma, skormu aman.
Jadwal tes PTE tersedia hampir setiap hari di berbagai kota besar. Sangat fleksibel buat kamu yang punya jadwal padat.
Tes PTE berlangsung sekitar 2 jam dalam satu kali duduk (single session). Tidak ada jeda hari antara tes tulis dan lisan.
Ini adalah bagian paling krusial. Kamu harus tahu berapa target PTE-mu jika dikonversikan ke standar umum IELTS yang diminta kampus.
| Level Kemampuan | Skor IELTS (Estimasi) | Target Skor PTE Academic | Keterangan Umum |
|---|---|---|---|
| Functional | 4.5 | 30 – 40 | Syarat minimum Visa Work & Holiday (WHV) |
| Vocational | 5.0 – 5.5 | 36 – 42 | Syarat Foundation / Diploma |
| Competent | 6.0 | 50 | Syarat S1 (Bachelor) umum |
| Proficient | 6.5 | 58 | Syarat S1 / S2 Kampus Top Tier |
| Superior | 7.0 | 65 | Syarat Jurusan Hukum / Medis / Pendidikan |
| Expert | 8.0 | 79 | Syarat Poin Migrasi Maksimal (PR) |
* Tabel ini dibuat berdasarkan konversi umum IELTS ke PTE Academic dan regulasi imigrasi/pendidikan di Australia & UK.
Belajar PTE itu beda banget sama belajar bahasa Inggris biasa. Kamu sedang belajar “menaklukkan algoritma”.
Di PTE, diam lebih dari 3 detik berarti mikrofon mati otomatis. Kuncinya adalah Fluency > Accuracy. Lebih baik terus bicara dengan grammar sedikit salah daripada diam berpikir mencari kata yang sempurna. Bicaralah dengan pace yang stabil, jangan terlalu cepat kayak rapper dan jangan terlalu lambat.
Ini terdengar sepele tapi fatal. Jangan taruh mikrofon tepat di depan mulut karena suara napas (plosive sounds) akan mengganggu rekaman. Taruh di samping bibir atau sejajar dengan hidung.
Karena ini tes komputer, kemampuan mengetik 10 jari sangat membantu. Kamu punya waktu terbatas untuk menulis esai. Kalau ngetikmu lambat, idemu mungkin nggak akan selesai ditulis.
Ini adalah tipe soal di akhir sesi yang poinnya sangat besar. Kamu dengar satu kalimat, lalu harus mengetik ulang persis 100%. Salah satu kata (bahkan lupa huruf ‘s’ di akhir kata jamak) bisa mengurangi poin.

PTE memang alat yang ampuh, tapi alat hanya berguna jika strategi pemakaiannya benar.
Di sinilah Dịch vụ Sinh viên AUG hadir. Kami tidak hanya mendaftarkanmu tes, tapi membantu merancang Study Plan yang utuh:
Jangan biarkan teknis tes bahasa menghalangi mimpi kuliahmu. Diskusikan target skormu bersama konselor kami agar persiapanmu lebih terarah.
PTE untuk kuliah luar negeri adalah solusi modern bagi siswa yang butuh kepastian, kecepatan, dan objektivitas. Bagi kamu yang merasa “kurang jodoh” dengan format tes konvensional, PTE bisa jadi tiket emasmu menuju kampus impian.
Siap untuk tes? Atau masih bingung nentuin target skor? Hubungi Dịch vụ Sinh viên AUG sekarang untuk konsultasi gratis dan strategi persiapan kuliah yang matang!
1. Apakah PTE lebih mudah dari IELTS?
Tidak bisa dibilang lebih mudah secara materi, tetapi formatnya sering terasa lebih nyaman bagi mereka yang tech-savvy dan introvert karena tes dilakukan menggunakan komputer penuh tanpa interaksi tatap muka untuk Speaking.
2. Berapa biaya tes PTE?
Biayanya bersaing dengan tes internasional lain, berkisar di angka USD 185 sampai USD 210 tergantung lokasi tes dan kurs berjalan.
3. Berapa lama skor PTE berlaku?
Sama seperti tes lain, skor PTE Academic berlaku selama dua tahun untuk kebutuhan studi internasional.
Catatan: PTE telah diterima luas oleh kampus di Australia, Inggris, Eropa, dan Asia — serta lembaga imigrasi tertentu, terutama untuk tujuan studi dan visa.
Bingung pilih IELTS atau PTE? Konselor kami siap bantu cocokkan opsi terbaik berdasarkan negara tujuan dan jurusanmu.
Kamu berencana kuliah di Malaysia, kuliah di China, kuliah di New Zealand, kuliah di Amerika, kuliah di Kanada, kuliah di Switzerland, atau kuliah di Inggris? Tư vấn liên quan đến khả năng tiếp cận thông tin liên lạc AUG Indonesia! Bạn có thể tham khảo ý kiến trực tuyến về cách cung cấp thông tin quan trọng về các vấn đề liên quan, rất nhiều mana yang paling nyaman buat kamu.
Langsung aja klik buat ngobrol sama tim AUG Indonesia sekarang. Yuk, mulai langkah baru buat wujudkan kuliah di luar negeri TANPA RIBET!
Liên hệ Dịch vụ Sinh viên AUG bạn có thể tìm thấy thông tin về một số thông tin có thể có, xin vui lòng, và xin visa!