
Beberapa tahun terakhir, kata Sustainability mendadak jadi buzzword di mana-mana. Kamu mungkin sering melihatnya di bio LinkedIn para profesional, kebijakan startup unicorn, hingga laporan tahunan perusahaan global. Banyak siswa mulai melirik bidang ini karena ingin memberikan dampak nyata, tapi di sisi lain, orang tua sering bertanya dengan nada khawatir: “Nanti kalau lulus, kerjanya jadi apa?” Wajar banget kalau banyak yang bingung. Dulu, jurusan yang berhubungan dengan lingkungan sering dianggap hanya akan bekerja di hutan atau laboratorium. Namun, realitanya sekarang sudah berubah total. Jurusan Sustainability dan Environmental Science justru membuka pintu ke jenis pekerjaan baru yang strategis, bergengsi, dan memiliki prospek gaji yang sangat kompetitif.
Artikel ini akan membedah mengapa jurusan ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan investasi karier jangka panjang yang sangat cerdas.
Meski sering disebut dalam satu napas, keduanya memiliki fokus yang sedikit berbeda. Memahami perbedaan ini akan membantu kamu menentukan jalur mana yang paling pas dengan minatmu.
Insight Penting: Jika kamu suka riset dan data ilmiah, Environmental Science adalah jalurnya. Namun, jika kamu lebih tertarik pada strategi, kebijakan, dan bagaimana bisnis bisa berjalan secara etis, Sustainability adalah pilihan tepat.
Banyak yang mengira green jobs atau pekerjaan hijau itu hanya soal menanam pohon atau mengurus sampah. Padahal, di dunia profesional modern, green jobs adalah posisi strategis yang membantu organisasi beroperasi secara efisien dan bertanggung jawab.
Saat ini, perusahaan besar tidak lagi melihat keberlanjutan sebagai “program amal” atau CSR semata. Sekarang, keberlanjutan adalah bagian dari ESG (Environmental, Social, and Governance). Ini adalah standar yang digunakan investor dunia untuk menilai apakah sebuah perusahaan layak mendapatkan suntikan dana atau tidak. Inilah alasan mengapa lulusan bidang ini kini banyak duduk di ruang rapat direksi, bukan hanya di lapangan.
Dunia sedang bertransformasi menuju ekonomi hijau. Hal ini menciptakan kebutuhan besar akan tenaga ahli yang paham cara menyeimbangkan profit dan planet. Berikut adalah beberapa jalur karier yang bisa kamu tempuh:
| Posisi Pekerjaan | Apa yang Dikerjakan? | Sektor Industri |
|---|---|---|
| ESG Analyst | Menilai risiko lingkungan dan sosial perusahaan untuk investor. | Perbankan, Investasi, Konsultan. |
| Sustainability Consultant | Memberikan saran strategi bisnis yang ramah lingkungan dan efisien. | Firma Konsultan, Manufaktur. |
| Energy Manager | Mengoptimalkan penggunaan energi agar lebih hemat dan berkelanjutan. | Perhotelan, Pabrik, Properti. |
| Corporate Sustainability Manager | Menyusun kebijakan internal perusahaan agar sesuai standar global. | FMCG, Teknologi, Retail. |
| Environmental Consultant | Melakukan audit dampak lingkungan untuk proyek pembangunan. | Konstruksi, Pertambangan, Pemerintah. |
* Data dikumpulkan berdasarkan tren kebutuhan industri hijau global tahun 2024-2025.
Banyak siswa memilih untuk mengambil jurusan ini di luar negeri, seperti di Australia, Inggris, atau negara-negara Eropa. Alasannya sederhana: Ekosistemnya sudah matang. Di luar negeri, kurikulum universitas biasanya sudah terintegrasi langsung dengan industri dan kebijakan pemerintah yang sangat ketat soal lingkungan. Kamu tidak hanya belajar teori di kelas, tapi juga melihat langsung bagaimana teknologi energi terbarukan atau sistem tata kota yang berkelanjutan diterapkan.
Pengalaman internasional ini akan memberikan kamu global mindset. Saat pulang ke Indonesia atau berkarier di kancah internasional, kamu sudah paham standar global yang dicari oleh perusahaan multinasional.
Karier di bidang sustainability dikenal memiliki posisi yang kuat karena keahliannya sangat spesifik. Karena belum banyak orang yang memiliki sertifikasi atau latar belakang pendidikan formal di bidang ini, permintaannya jauh lebih tinggi daripada suplainya.
Secara finansial, posisi seperti ESG Manager atau Sustainability Director di perusahaan global memiliki kompensasi yang sangat kompetitif, setara dengan posisi manajerial di bidang keuangan atau IT. Lebih dari itu, stabilitasnya terjamin. Selama krisis iklim dan efisiensi energi menjadi agenda dunia, profesi kamu akan terus dicari hingga puluhan tahun ke depan.
Memilih jurusan Sustainability dan Environmental Science adalah cara terbaik bagi kamu yang ingin punya karier sukses tanpa harus mengorbankan idealisme. Ini adalah bidang bagi para pemikir sistemik, pemecah masalah, dan mereka yang ingin menjadi bagian dari solusi global.
Apakah jurusan ini cocok untuk semua orang? Mungkin tidak. Bidang ini menuntut kemauan untuk terus belajar karena regulasi dunia berubah sangat cepat. Namun, bagi kamu yang mencari stabilitas, makna dalam bekerja, dan peluang karier internasional, ini adalah pilihan yang sangat menjanjikan.
Menentukan kampus dan negara mana yang memiliki spesialisasi terbaik di bidang ini memang menantang. Kamu butuh informasi yang akurat mengenai kurikulum hingga peluang magang di negara tujuan.
Dịch vụ Sinh viên AUG siap membantu kamu memetakan perjalanan studi ini. Mulai dari memilih universitas yang memiliki riset lingkungan terbaik hingga pengurusan visa, tim kami akan mendampingi setiap langkahmu. Jangan ragu untuk berdiskusi dengan kami mengenai cita-cita kariermu di bidang sustainability.
1. Apakah saya harus punya latar belakang IPA untuk masuk jurusan ini?
Untuk Environmental Science, biasanya latar belakang sains sangat dibutuhkan. Namun, untuk jurusan Sustainability, banyak universitas yang menerima lulusan dari latar belakang IPS atau bisnis karena fokusnya lebih ke arah manajemen dan kebijakan.
2. Negara mana yang terbaik untuk belajar Sustainability?
Australia, Inggris, dan beberapa negara di Eropa Utara (seperti Belanda dan Swedia) dikenal sebagai pemimpin dunia dalam kebijakan keberlanjutan, teknologi hijau, dan riset lingkungan.
3. Berapa lama durasi kuliahnya?
Untuk jenjang Sarjana (S1), biasanya memakan waktu 3 hingga 4 tahun tergantung negara tujuan. Untuk Magister (S2), durasinya lebih singkat, sekitar 1 hingga 2 tahun.
4. Apakah lulusannya pasti bisa bekerja di luar negeri?
Peluangnya sangat besar karena standar keberlanjutan (ESG) bersifat global. Sertifikasi dan ilmu yang kamu dapatkan di satu negara biasanya sangat relevan dan diakui di negara lain.
Info Tambahan: Banyak perusahaan besar kini mewajibkan laporan keberlanjutan tahunan, sehingga kebutuhan akan tenaga ahli di bidang ini terus meningkat pesat.
Kamu berencana kuliah di Malaysia, kuliah di China, kuliah di New Zealand, kuliah di Amerika, kuliah di Kanada, kuliah di Switzerland, atau kuliah di Inggris? Tư vấn liên quan đến khả năng tiếp cận thông tin liên lạc AUG Indonesia! Bạn có thể tham khảo ý kiến trực tuyến về cách cung cấp thông tin quan trọng về các vấn đề liên quan, rất nhiều mana yang paling nyaman buat kamu.
Langsung aja klik buat ngobrol sama tim AUG Indonesia sekarang. Yuk, mulai langkah baru buat wujudkan kuliah di luar negeri TANPA RIBET!
Liên hệ Dịch vụ Sinh viên AUG bạn có thể tìm thấy thông tin về một số thông tin có thể có, xin vui lòng, và xin visa!