
Bulan September lalu, dunia pendidikan internasional sempat dibuat geger oleh wacana Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, mengenai rencana perombakan drastis aturan Student Visa. Wacana student visa yang melarang membawa anggota keluarga (dependant) langsung memicu kepanikan di kalangan calon mahasiswa, termasuk dari Indonesia. Sekarang, teka-teki itu sudah terjawab lunas, sudah bukan sekadar wacana saja. Berdasarkan pengumuman dari Department of Home Affairs, update visa Australia 2026 telah resmi diberlakukan per tanggal 2 Oktober 2026.
Kabar mengejutkannya? Cakupan reformasi visa ini ternyata JAUH lebih luas daripada sekadar urusan membawa keluarga. Pemerintah Australia telah merombak total siapa saja yang berhak mengajukan visa du học dari dalam wilayah Australia (onshore). Tapi tenang saja, tidak semua perubahannya menakutkan, kok! Terutama buat kamu yang mendaftar langsung dari Indonesia (offshore), ada kabar baik yang perlu kamu tahu. Yuk, kita bedah 3 poin utama aturan baru ini!
Kabar Baik: Apply dari Luar Australia? Kamu Relatif Aman!
Sebelum panik membaca kerumitan aturan di bawah nanti, mari kita mulai dengan fakta yang melegakan. Berdasarkan Department of Home Affairs, mayoritas reformasi yang paling rumit dirancang khusus untuk membatasi orang-orang yang sudah berada di Australia (mencegah fenomena “visa hopping” atau lompat dari satu visa ke visa lain agar bisa terus menetap di Australia).
Jika kamu adalah calon mahasiswa asal Indonesia yang akan mengajukan permohonan Student Visa pertama kalinya langsung dari Indonesia (offshore application), secara umum tidak ada perubahan prosedur yang drastis. Proses aplikasimu akan berjalan secara normal dengan persyaratan reguler!
Pilar 1: Larangan Lompat ke Student Visa (Onshore)
Pilar pertama dari reformasi ini adalah penutupan celah visa hopping. Per 2 Oktober 2026, jika kamu sedang berada di Australia menggunakan visa sementara tertentu, kamu TIDAK BISA LAGI mengajukan Student Visa dari dalam wilayah Australia. Siapa saja pemegang visa yang terkena dampak larangan ini?
- Working Holiday (Subclass 417) dan Work and Holiday (Subclass 462).
- Training (Subclass 407).
- Temporary Activity (Subclass 408).
- Skills in Demand (Subclass 482) beserta pendahulunya (TSS 482 & TWS 457).
- Temporary Work – Short Stay Specialist (Subclass 400).
Catatan: Pemegang visa Visitor/Turis Subclass 600 memang sudah dilarang mengajukan visa pelajar secara onshore sejak sebelum reformasi ini. Solusinya, kamu harus terbang ke luar Australia (misalnya pulang ke Indonesia terlebih dahulu) untuk mendaftar sebagai aplikasi offshore.
Pilar 2: Aturan Baru Bagi Mahasiswa yang Ingin Lanjut Kuliah
Bagaimana jika kamu saat ini sudah memegang Student Visa di Australia, sudah lulus S1, dan ingin lanjut mendaftar S2 di sana? Apakah otomatis diizinkan mendaftar dari dalam negeri (onshore)?
Jawabannya belum tentu! Aturan baru ini sangat teknis. Secara default, pemegang Student Visa kini tidak bisa otomatis mengajukan visa pelajar lanjutan onshore, kecuali kamu masuk ke dalam salah satu dari 6 Kategori Pengecualian Resmi, di antaranya:
- Mendaftar S3 (PhD): Pengecualian otomatis (Catatan: Master by Research tidak dihitung).
- Sponsor Pemerintah: Pemegang sponsor Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) atau Department of Defence.
- Progresi Kursus Level Tinggi (Pengecualian 5): Kamu sudah lulus jenjang sebelumnya, dan ingin mendaftar ke kursus baru dengan level Australian Qualifications Framework (AQF) yang sama atau lebih tinggi.
- Menyelesaikan Sisa Kursus (Pengecualian 1): Kamu butuh perpanjangan waktu (maksimal 12 bulan) untuk lulus dari penyedia pendidikan (provider) yang SAMA.
HATI-HATI DENGAN STATUS PACKAGE COURSE. Ini adalah celah paling krusial yang sering tidak disadari. Jika offer S2-mu diterbitkan dalam bentuk Package Course (misalnya, kamu butuh program Graduate Certificate karena IPK S1-mu kurang, yang lalu dipaketkan dengan Master Degree alias 2 Confirmation of Enrolment/COE sekaligus), maka kamu GAGAL masuk pengecualian progresi. Meskipun secara akademik kamu naik jenjang, status “Paket” ini mengharuskanmu pulang ke Indonesia untuk mendaftar aplikasi visa offshore!
Pilar 3: Status Bawa Keluarga (Dependant) WNI
Wacana bulan September memang benar, pemerintah Australia kini jauh lebih membatasi mahasiswa yang ingin memboyong keluarganya. Namun, sesuai pengumuman resmi, mahasiswa asal negara anggota ASEAN (termasuk Indonesia) masuk dalam daftar pengecualian! Berikut adalah aturan terbarunya untuk applicant asal Indonesia:
- Pendaftar Offshore (Dari Indonesia): Kamu MASIH BISA menyertakan pasangan atau anakmu dalam aplikasi visa pertamamu saat mendaftar dari Indonesia!
- Syarat Lokasi Bersama: Saat dokumen visa dikirim secara online (lodged), kamu dan seluruh anggota keluarga yang dicantumkan WAJIB berada di lokasi fisik yang sama (tidak boleh LDR saat pendaftaran).
- Larangan “Subsequent Entrant”: Aturan ini dihapus total. Artinya, kamu tidak bisa lagi mendaftarkan anggota keluargamu menyusul di tengah-tengah masa studimu saat visamu sudah jadi. Semua harus didaftarkan sekaligus di awal.
- Kasus Khusus (TIDAK BISA Bawa Keluarga): Jika kamu masuk kategori pengecualian onshore karena ingin lanjut jenjang studi (Cohort 6), namun kamu terpaksa/memilih mendaftar dari luar Australia, maka kamu TIDAK BISA membawa keluarga sama sekali untuk visamu yang baru ini.
Berita baiknya: Aturan ini tidak bersifat retrospektif. Artinya, keluarga yang saat ini sudah berada di Australia menemani studimu tidak akan terdampak selagi visamu masih berlaku.
Jangan Ambil Risiko, Serahkan Urusan Visamu pada Ahlinya!

Perubahan yang tertuang dalam update visa Australia 2026 ini membuktikan satu hal. Sistem keimigrasian Australia bergerak ke arah yang sangat teknis, rumit, dan tidak memberikan toleransi bagi kesalahan pendaftaran. Jika permohonan visamu dinyatakan “Invalid” karena kamu salah masuk kategori onshore/offshore, keputusan tersebut tidak bisa digugat banding. Tim AUG Student Services akan mengecek dokumen visa-mu agar sesuai dengan aturan!
Kamu berencana kuliah di Malaysia, kuliah di China, kuliah di New Zealand, kuliah di Amerika, kuliah di Kanada, kuliah di Switzerland, atau kuliah di Inggris? Tư vấn liên quan đến khả năng tiếp cận thông tin liên lạc AUG Indonesia! Bạn có thể tham khảo ý kiến trực tuyến về cách cung cấp thông tin quan trọng về các vấn đề liên quan, rất nhiều mana yang paling nyaman buat kamu.
Langsung aja klik buat ngobrol sama tim AUG Indonesia sekarang. Yuk, mulai langkah baru buat wujudkan kuliah di luar negeri TANPA RIBET!
Tertarik Konsultasi?
Liên hệ Dịch vụ Sinh viên AUG bạn có thể tìm thấy thông tin về một số thông tin có thể có, xin vui lòng, và xin visa!
WhatsApp: +62 817-6864-284
WhatsApp: +62 8777-6-777-284
WhatsApp: +62 817-6865-284
WhatsApp: +62 817-6867-284
WhatsApp: +62 822-8806-0935



