Mạng xã hội AUG
biểu tượng đăng ký câu hỏi trang chủ

5 Alasan Kuliah di Swiss: Magang Berbayar & Kampus Terbaik

5 Alasan Kuliah di Swiss: Magang Berbayar & Kampus Terbaik

Ketika membicarakan destinasi studi ke luar negeri, banyak pelajar Indonesia otomatis memikirkan Australia atau Inggris. Namun, tahukah kamu bahwa untuk bidang-bidang tertentu, terutama hospitality, pariwisata, dan manajemen bisnis, Swiss adalah kiblat utamanya?

Jika kamu masih ragu, berikut adalah 5 alasan kuliah di Swiss yang membuatnya sangat worth it, beserta beberapa pertimbangan realistis yang wajib kamu ketahui sebelum mendaftar.


Kuliah di Luar Negeri Bersama AUG Student Services

1. Dominasi di Peringkat Universitas Dunia

Swiss bukan sekadar punya pemandangan indah, negara ini adalah rumah bagi institusi pendidikan terbaik dunia. Berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2026 untuk kategori Hospitality & Leisure Management, lima peringkat teratas di dunia semuanya diborong oleh kampus asal Swiss.

Beberapa kampus bergengsi yang menjadi partner AUG di antaranya adalah EHL Hospitality Business School (Peringkat #1 Dunia), Les Roches (#2), dan Glion Institute of Higher Education (#3). Lulus dari institusi dengan reputasi setinggi ini akan membuat CV-mu langsung dilirik oleh perusahaan multinasional.

2. Kurikulum Berbasis Praktik dan Magang Berbayar

Salah satu alasan terbesar mahasiswa internasional memilih Swiss adalah sistem pendidikannya yang sangat aplikatif. Banyak program hospitality dan bisnis menerapkan model belajar bergiliran, misalnya 6 bulan teori di kelas dan 6 bulan magang profesional (atau 2 periode magang panjang dalam 3,5 tahun masa studi seperti di BHMS).

Kabar baiknya, internship di Swiss umumnya berbayar. Mahasiswa bisa mengekspektasikan pendapatan magang sekitar CHF 800 hingga CHF 1.500 per bulan (sekitar Rp 14 – 26 juta). Ini tentu sangat membantu untuk menutupi biaya hidup sehari-hari.


Kuliah di Luar Negeri Bersama AUG Student Services

3. Koneksi Industri Global yang Sangat Masif

Karena Swiss adalah pusat hospitality dan bisnis Eropa, jaringan industri kampus-kampusnya sangat luar biasa. Sebagai contoh, Les Roches mencatat ada lebih dari 200 brand hospitality, leisure, dan teknologi ternama yang rutin datang ke kampus setiap tahunnya khusus untuk merekrut mahasiswa mereka. Kampus tidak sekadar mencetak lulusan, tapi juga menjadi jembatan langsung ke lapangan kerja.

4. Keamanan dan Lingkungan Multikultural

Swiss secara konsisten masuk dalam daftar negara paling aman di dunia dengan kualitas hidup tertinggi. Selain itu, dengan empat bahasa resmi (Jerman, Prancis, Italia, dan Romansh) serta tingginya populasi ekspatriat, lingkungan kampus di Swiss sangat multikultural. Kamu akan terbiasa bekerja sama dengan orang-orang dari puluhan negara berbeda dan mengembangkan soft skill yang sangat krusial di dunia kerja modern.

5. Tersedianya Jalur Beasiswa (Termasuk LPDP)

Kuliah di Swiss sering kali dianggap hanya untuk kalangan tertentu, padahal ada banyak skema beasiswa yang bisa dimanfaatkan. Selain beasiswa parsial dari kampus, beberapa institusi top Swiss juga masuk ke dalam daftar universitas tujuan beasiswa pemerintah Indonesia. Salah satunya adalah BHMS (Business & Hotel Management School) yang programnya terdaftar dalam skema LPDP.

3 Pertimbangan Penting Sebelum Memilih Swiss

5 Alasan Kuliah di Swiss: Magang Berbayar & Kampus Terbaik

Di balik 5 alasan kuliah di Swiss di atas, kamu juga harus mempersiapkan diri untuk beberapa realita berikut:

  1. Biaya Hidup yang Tinggi: Swiss adalah salah satu negara dengan biaya hidup termahal di Eropa. Mahasiswa internasional rata-rata membutuhkan sekitar CHF 1.300 hingga CHF 2.500 per bulan untuk akomodasi, makan, dan asuransi.
  2. Proses Visa Tipe D: Untuk kuliah, kamu membutuhkan Visa Nasional Tipe D (bukan Visa Schengen turis). Proses pembuatannya cukup ketat dan memakan waktu sekitar 8 hingga 12 minggu. Sangat disarankan untuk mulai mengurus visa setidaknya 3 bulan sebelum jadwal masuk (intake).
  3. Aturan Kerja Pasca-Studi (Post-Study Work): Berbeda dengan Australia atau Inggris yang sangat longgar memberikan visa kerja setelah lulus, Swiss memiliki aturan yang lebih ketat. Lulusan non-Uni Eropa memiliki waktu terbatas untuk mencari pekerjaan, dan perusahaan yang mempekerjakan harus membuktikan bahwa mereka tidak bisa menemukan kandidat dari Swiss atau Uni Eropa untuk posisi tersebut.

Merencanakan studi ke Swiss memang membutuhkan persiapan yang lebih detail, mulai dari memilih kampus, menyiapkan dokumen visa, hingga menghitung estimasi biaya riil. Tim AUG Student Services siap membantumu mengurus seluruh proses pendaftaran ke kampus-kampus top Swiss secara GRATIS.

Kamu berencana kuliah di Malaysia, kuliah di China, kuliah di New Zealand, kuliah di Amerika, kuliah di Kanada, kuliah di Switzerland, atau kuliah di Inggris? Tư vấn liên quan đến khả năng tiếp cận thông tin liên lạc AUG Indonesia! Bạn có thể tham khảo ý kiến trực tuyến về cách cung cấp thông tin quan trọng về các vấn đề liên quan, rất nhiều mana yang paling nyaman buat kamu.

Langsung aja klik buat ngobrol sama tim AUG Indonesia sekarang. Yuk, mulai langkah baru buat wujudkan kuliah di luar negeri TANPA RIBET!

 

Tertarik Konsultasi?

Liên hệ Dịch vụ Sinh viên AUG bạn có thể tìm thấy thông tin về một số thông tin có thể có, xin vui lòng, và xin visa!

AUG Serpong (VĂN PHÒNG MỚI!)
WhatsApp: +62 8777-6-777-284
AUG Pekanbaru (VĂN PHÒNG MỚI!)
WhatsApp: +62 822-8806-0935

FAQ (Frequently Asked Questions) Seputar Kuliah di Swiss

Apakah kuliah di Swiss wajib menggunakan bahasa Jerman atau Prancis?

Tidak. Mayoritas program Sarjana (S1) dan Magister (S2) untuk mahasiswa internasional, khususnya di bidang hospitality dan bisnis di kampus mitra kami (seperti Les Roches, EHL, Glion, dan BHMS), diajarkan sepenuhnya dalam Bahasa Inggris. Namun, belajar bahasa lokal akan sangat membantu saat kamu magang.

Berapa standar gaji magang di Swiss? Apakah pasti mengikuti UMR?

Mahasiswa magang umumnya mendapatkan antara CHF 800 – CHF 1.500 per bulan. Perlu dicatat, Swiss tidak memiliki aturan Upah Minimum Regional (UMR) berskala nasional. Hanya beberapa kanton (seperti Geneva atau Basel-Stadt) yang punya aturan minimum, dan mahasiswa magang terkkadang dikecualikan dari aturan tersebut.

Visa apa yang saya perlukan untuk kuliah di Swiss?

Kamu membutuhkan Visa Nasional (Tipe D) untuk masa tinggal di atas 90 hari, bukan Visa Schengen biasa. Setelah tiba di Swiss, kamu harus mendaftarkan diri ke otoritas kanton setempat untuk mendapatkan Izin Tinggal (Residence Permit).

Kapan waktu terbaik untuk mendaftar kuliah ke Swiss?

Sebaiknya mendaftar 6-8 bulan sebelum jadwal masuk (intake), yang biasanya jatuh pada bulan Februari/Maret atau Agustus/September. Jeda waktu ini sangat penting karena pengurusan Visa Tipe D bisa memakan waktu hingga 3 bulan.

Apakah setelah lulus saya bisa langsung menetap dan bekerja di Swiss?

Mahasiswa non-Uni Eropa (termasuk Indonesia) diberikan waktu 6 bulan setelah lulus untuk mencari pekerjaan penuh waktu di Swiss. Namun, persaingannya cukup ketat karena perusahaan harus mensponsori izin kerjamu dan membuktikan kepada pemerintah bahwa tidak ada warga lokal yang bisa mengisi posisi tersebut.

Chat with AUG Indonesia Pilih kantor terdekat kamu