
Last Updated: Juni 2026 | Ditulis oleh Tim Konsultan AUG Student Services Indonesia
Dunia hiburan Korea Selatan beberapa tahun ini diramaikan oleh sosok perempuan muda yang seolah memiliki segalanya: visual menawan, karier modeling yang bersinar, dan rekam jejak akademik yang luar biasa. Choi Hye-seon, kontestan dating reality show viral Netflix Single’s Inferno Season 3, berhasil mencuri perhatian penonton global bukan hanya karena penampilannya, tapi karena latar belakang pendidikannya yang mengejutkan banyak orang.
Apakah ia benar-benar seorang lulusan S2 di salah satu kampus top Inggris? Jurusan apa yang ia ambil dan mengapa itu relevan untuk karier masa depan? Artikel ini membahas profil, kepribadian, rekam jejak akademik, dan pelajaran apa yang bisa diambil dari perjalanan Hye-seon untuk generasi muda Indonesia yang sedang mempertimbangkan kuliah di UK.
Sebelum membahas sisi akademiknya, penting untuk memahami dari mana nama Hye-seon mulai dikenal luas. Ia adalah salah satu bintang utama di Single’s Inferno Season 3, program realitas kencan orisinal Netflix asal Korea Selatan.
Konsep acara ini sangat unik. Para kontestan yang berstatus lajang dikumpulkan di sebuah pulau terpencil yang serba terbatas, bernama “Inferno”. Lokasi syutingnya berada di Pulau Sasebo, wilayah Incheon, Korea Selatan. Ada tiga aturan utama yang membuat acara ini menegangkan sekaligus menghibur:
Di sinilah daya tarik Hye-seon mulai terasa. Ia tampil ceria dan menawan di pulau yang penuh tekanan, sementara identitas aslinya sebagai seorang ilmuwan data lulusan UK tetap tersembunyi hingga momen pengungkapan yang sangat mengejutkan.
Lahir pada tahun 1998, Hye-seon awalnya lebih dikenal karena kariernya di depan kamera. Sebelum namanya meledak melalui Single’s Inferno 3, ia aktif bekerja sebagai freelance model, influencer, dan kreator konten digital. Wajahnya yang fotogenik sering menghiasi berbagai proyek pemotretan.
Tapi kejutan sesungguhnya ada pada rekam jejak profesionalnya di luar dunia hiburan. Di balik kesibukan berpose, Hye-seon pernah menjalani program magang yang sangat serius di bidang sains, salah satunya di Seoul National University (SNU), universitas paling bergengsi di Korea Selatan. Ini adalah kombinasi yang jarang ditemukan dan membuat banyak orang kagum ketika identitasnya akhirnya terungkap.
Daya pikat Hye-seon tidak hanya terletak pada penampilannya, melainkan pada kepribadiannya. Berdasarkan analisis dari komunitas Personality Database, ia diklasifikasikan memiliki tipe kepribadian ENFP, meski beberapa penonton juga menganalisisnya sebagai ENFJ.
Tiga karakteristik yang paling menonjol selama acara berlangsung:
Kombinasi kepribadian yang terbuka dan hangat dengan kemampuan berpikir analitis yang kuat adalah cerminan langsung dari latar belakang akademiknya di bidang sains dan data.

Ini bagian yang paling banyak dicari orang setelah menonton Single’s Inferno 3. Choi Hye-seon memiliki rekam jejak akademik yang sangat kuat di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
| 仁庄 | Universitas | Program Studi | Lokasi |
|---|---|---|---|
| S1 (Bachelor) | Ewha Womans University | Bioinformatics, Departemen Life Sciences | Seoul, Korea Selatan |
| S2 (Master) | 杜伦大学 | MSc Data Science (Bioinformatics and Biological Modelling) | Durham, United Kingdom |
Untuk jenjang S1, Hye-seon adalah lulusan Ewha Womans University, salah satu universitas paling bersejarah dan bergengsi khusus perempuan di Korea Selatan. Di sana ia mengambil peminatan Bioinformatika di bawah Departemen Ilmu Kehidupan (Life Sciences).
Setelah lulus S1, ia melanjutkan pendidikan Master di Durham University, Inggris, dengan program MSc in Data Science (Bioinformatics and Biological Modelling). Kabar yang membanggakan: Hye-seon telah resmi menyelesaikan studinya dan menghadiri upacara kelulusan di Durham pada tahun 2024.
Banyak siswa SMA yang masih menganggap bidang sains dan komputer terlalu sempit atau kurang menarik. Hye-seon membuktikan sebaliknya. Jurusan Data Science dengan spesialisasi Bioinformatics adalah salah satu bidang dengan prospek karier paling luas di dekade ini.
Secara sederhana, bidang ini menggabungkan dua kemampuan yang sangat dicari industri global:
Hasilnya adalah profesi Data Scientist di bidang biomedis, yang saat ini menjadi salah satu profesi dengan permintaan tertinggi dan kompensasi terbaik di perusahaan teknologi, farmasi, dan riset kesehatan global. Perusahaan seperti Roche, Novartis, Google DeepMind, dan ribuan startup biotech secara aktif merekrut lulusan dengan latar belakang persis seperti yang dimiliki Hye-seon.
Keputusan Hye-seon untuk melanjutkan S2 di Inggris bukan keputusan acak. Ada beberapa keunggulan konkret yang membuat UK menjadi pilihan yang sangat efisien untuk jenjang Master:
Fenomena popularitas Hye-seon membawa dampak yang lebih luas dari sekadar hiburan. Ia membuktikan bahwa keaktifan di media sosial, karier modeling, dan pencapaian akademik tinggi bisa berjalan bersamaan.
Bagi orang tua yang khawatir anak terlalu terfokus pada hiburan digital dan mengabaikan akademik, figur seperti Hye-seon bisa menjadi referensi motivasi yang relevan. Kombinasi kepercayaan diri, kemampuan sosial, dan prestasi akademis yang ia tunjukkan adalah gambaran nyata tentang apa yang bisa dicapai generasi muda ketika tidak memilih salah satu di antara keduanya.
Yang menarik dari perjalanan Hye-seon bukan sekadar hasilnya, tapi prosesnya. Ia tetap aktif berkarier di dunia kreatif sambil menjalani program akademik yang sangat kompetitif di universitas top Inggris. Ini adalah bukti nyata bahwa pilihan tidak harus biner.
Rekam jejak akademik Choi Hye-seon di Durham tentu menginspirasi banyak pelajar untuk mulai mempertimbangkan kampus-kampus top Inggris. Tapi perjalanan menuju universitas anggota Russell Group membutuhkan persiapan yang jauh lebih terstruktur dari sekadar niat.
Tim konsultan AUG Student Services berpengalaman membantu pelajar Indonesia merencanakan studi ke UK, mulai dari pemilihan program yang sesuai profil, persiapan dokumen, hingga aplikasi universitas. Konsultasi awal tidak dikenakan biaya.
Kamu berencana 马来西亚, kuliah di New Zealand, 美国, kuliah di Kanada或 印度尼西亚语?秃顶的退休人员咨询服务 AUG 印度尼西亚, baik online maupun langsung ke kantor terdekat.
Langsung klik untuk ngobrol sama tim AUG Indonesia sekarang!
联系 AUG学生服务 如需了解更多信息,请点击这里!
Choi Hye-seon adalah kontestan dating reality show Netflix Single’s Inferno Season 3 yang viral secara global. Lahir pada 1998, ia berprofesi sebagai model freelance dan influencer, sekaligus seorang ilmuwan data dengan latar belakang akademik yang sangat kuat di bidang bioinformatika dan data science.
Lokasi syuting pulau “Inferno” berada di Pulau Sasebo, yang terletak di perairan wilayah Incheon, Korea Selatan. Di sinilah para kontestan tinggal dengan fasilitas serba terbatas sambil menjaga kerahasiaan identitas dan pekerjaan mereka.
Berdasarkan analisis komunitas Personality Database, Hye-seon diklasifikasikan sebagai ENFP, meski sebagian pengamat juga menganalisisnya sebagai ENFJ. Ia dikenal sangat ceria, hangat, dan memiliki kecerdasan emosional tinggi dalam menghadapi situasi sosial yang kompleks.
Ya. Setelah menyelesaikan S1 di Ewha Womans University Korea Selatan, ia melanjutkan studi S2 di Durham University, Inggris. Ia telah resmi menyelesaikan studinya dan menghadiri upacara kelulusan di Durham pada tahun 2024.
Ia mengambil program MSc in Data Science (Bioinformatics and Biological Modelling) di Durham University. Program ini menggabungkan kemampuan analisis data dan komputasi dengan pemahaman mendalam tentang biologi dan ilmu kesehatan, salah satu bidang dengan prospek karier paling luas di industri teknologi dan biomedis global.